Suara.com - Liverpool akan menjamu Manchester United di Anfield, Minggu (17/1/2021) malam. Berikut fakta - fakta menarik menjelang duel Liverpool vs Manchester United.
Pertandingan Liverpool vs Manchester United akan menjadi laga krusial bagi kedua tim yang saat tengah bersaing memperebutkan posisi puncak klasemen Liga Premier Inggris.
Liverpool memasuki pertandingan ini setelah kalah 1-0 dari Southampton besutan Ralph Hasenhuttl 10 hari lalu. Gol di awal babak pertama dari mantan penyerang Liverpool Danny Ings cukup untuk mengamankan kemenangan bagi The Saints.
Sementara Manchester United, di sisi lain, mengalahkan Burnley yang ditukangi Sean Dyche pada hari Rabu (13/1/2021) dalam pertandingan terakhir Liga Premier mereka.
Gol babak kedua dari gelandang Prancis Paul Pogba memastikan kemenangan bagi Manchester United Ole Gunnar Solskjaer, mengamankan posisi teratas di Liga Premier.
Berikut fakta - fakta menarik menjelang duel Liverpool vs Manchester United yang dihimpun dari Bbc Sport :
- Satu-satunya kemenangan Manchester United dalam 10 pertandingan terakhir mereka melawan Liverpool di semua kompetisi adalah dengan skor 2-1 di liga di Old Trafford pada Maret 2018.
- Setan Merah telah menjalani empat pertandingan liga tanpa kemenangan atas Liverpool (Seri 2, Kalah 2), rekor terpanjang mereka sejak Maret 2000 hingga Januari 2002.
- Liverpool mengincar kemenangan tiga pertandingan liga di kandang berturut-turut melawan Manchester United untuk pertama kalinya sejak musim 2008-09 hingga 2010-11.
- Liverpool telah kehilangan 18 poin musim ini, lebih dari seluruh dua musim sebelumnya.
- Liverpool terancam kalah pada pertandingan liga berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Agustus hingga September 2015 di bawah Brendan Rodgers.
- Ini adalah pertama kalinya Manchester United berada di puncak klasemen setelah sebanyak 17 pertandingan dalam satu musim sejak hari terakhir musim perebutan gelar mereka pada 2012-13 di bawah Sir Alex Ferguson.
- Mereka tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan Liga Inggris sejak kalah dari Arsenal pada 1 November.
Berita Terkait
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Liverpool Siapkan Tawaran untuk Bradley Barcola, PSG Dikabarkan Bidik Pengganti
-
Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling
-
Liverpool Pertimbangkan Maghnes Akliouche sebagai Alternatif Lebih Murah untuk Bradley Barcola
-
Jose Mourinho Dikabarkan Ngamuk Usai Aurelien Tchouameni Menuju Manchester United
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga
-
Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan
-
Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat