Suara.com - Gelandang Timnas Indonesia U-23, Syahrian Abimanyu hingga kini belum ikut berlatih bersama skuat Newcastle Jets meski sejatinya sudah resmi dipinjam klub A-League (divisi satu) Australia itu sejak 5 Februari lalu.
Diketahui, Abimanyu juga belum diperkenalkan secara resmi sebagai pemain baru Newcastle. Penyerang berusia 21 tahun itu saat ini rupanya masih harus menjalani karantina, sebagaimana hal ini merupakan protokol di Australia di masa pandemi COVID-19.
Abimanyu sendiri sebenarnya direkrut secara permanen oleh klub Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT) dari Madura United pada akhir Desember 2020 lalu.
Namun setelah didatangkan, eks personel Timnas Indonesia U-19 itu malah langsung dipinjamkan ke Newcastle.
Kini Abi sudah berada di Australia untuk memulai petualangan barunya. Namun, sang striker terlebih dahulu harus menjalani karantina.
Abi pun mengungkap beberapa aktivitasnya selama masa karantina ini. Pemilik 5 penampilan bersama Timnas Indonesia U-23 itu mengaku tidak banyak aktivitas yang dilakukannya di luar latihan mandiri.
"Hai semua, saya hanya ingin berterima kasih untuk sambutan terbaiknya. Saya sangat gembira akan segera diperkenalkan menjadi anggota baru dalam keluarga Newcastle Jets," kata Abi dalam unggahan di akun Instagram resmi Newcastle.
"Saya sedang menjalani karantina, tidak banyak yang bisa dilakukan di sini. Saya menjaga kondisi saya dengan melakukan olahraga dan juga menjalani program yang sudah diberikan oleh pelatih fisik," bebernya.
Lebih lanjut, Abi mengaku sudah mencoba beberapa makanan khas Australia. Untuk mengusir kebosanan, Abi pun biasanya menonton serial melalui Netflix.
Baca Juga: Wonderkid Persija Tak Terintimidasi Para Seniornya di Timnas Indonesia U-23
"Saya sudah mencoba beberapa makanan Australia, dan semuanya enak. Saya juga menonton beberapa program di televisi dan menyaksikan sejumlah serial melalui Netflix untuk menghabiskan waktu."
"Masa karantina saya segera berakhir dan saya sudah tidak sabar bertemu kalian di lapangan," tutup sang penyerang.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Wajib Waspada, Mesin Gol JDT Selangkah Lagi Bela Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Timnas Indonesia Dipastikan Absen di Asian Games 2026, Ini Jawaban Erick Thohir
-
Pernah Dihajar 1-4 Timnas Indonesia, 7 Pemain Yordania Ini Kini Tampil di Piala Dunia 2026
-
Persik Kediri Resmi Lepas Syahrian Abimanyu, Gabung Tim Kasta Kedua
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
5 Rekomendasi Body Lotion Argan Oil yang Ampuh Melembapkan Kulit Kering
-
Petinggi Iran Bongkar Cara Kotor Amerika Serikat Berunding: Mencekik!
-
Pelatih Panjat Tebing Jadi Tersangka TPKS 5 Atlet Pelatnas Putri, Terjadi Sejak 2022
-
3 Moisturizer Brand Jepang untuk Flek Hitam Sesuai Review dan Klaim
-
Ada Transaksi Sampai Rp2,6 Miliar! Jabar Jadi 'Juara' Judol di Kalangan Penerima Bansos
-
Perfeksionis Sekaligus Teliti, Ini 10 Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Virgo
-
Thousand Cranes: Luka Masa Lalu dalam Karya Peraih Nobel Yasunari Kawabata
-
Fenomena Pejabat Asbun: Dead Cat Strategy atau Kegagalan Komunikasi?
-
Direktorat Politik Dalam Negeri Perkuat Kebijakan Politik Berbasis Data dengan Dashboard Eksekutif
-
Red Notice Terbit, Polri Buru Syekh Ahmad Al Misry ke Mesir Lewat Jalur Interpol