Suara.com - Pemain asal Indonesia, Asnawi Mangkualam, telah selesai menjalani karantina 14 hari di Korea Selatan. Dalam waktu dekat, ia akan segera berlatih bersama rekan-rekan barunya di Ansan Greeners.
Asnawi mengaku jika saat ini ia tidak berada dalam kondisi terbaiknya. Telat bergabung dan sudah lama tidak berkompetisi, diakui mantan penggawa PSM Makassar itu memengaruhi kebugarannya.
Selain kondisi kebugaran, cuaca juga menjadi tantangan Asnawi untuk beradaptasi. Sebagaimana diketahui, di Korea Selatan saat ini sedang musim dingin.
"Saya mungkin butuh waktu adaptasi mungkin seminggu atau beberapa hari untuk cuaca, karena belum pernah sebelumnya," kata Asnawi dikutip dari kanal YouTube media Korsel, Sports G, Rabu (17/2/2021).
"Tapi dulu pernah ke Korea dengan cuaca yang sama. Jadi saya rasa tak ada kekhawatiran," tambah pemain yang juga pernah berseragam Persiba Balikpapan itu.
Asnawi bertekad untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di sesi latihan nanti. Karakternya sebagai seorang pemain pekerja keras, akan ia tonjolkan agar mendapat kepercayaan dari pelatih untuk turun di pertandingan K-League 2.
"Saya pertama kali gabung latihan nanti ingin tunjukkan karakter saya. Mungkin sulit dijelaskan, tapi bermain 100 persen, dan harus siap bertarung," pungkasnya.
Asnawi dikontrak selama satu tahun oleh Ansan Greeners dengan opsi perpanjangan 12 bulan. Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong turut andil dalam proses kepindahan Asnawi ke Korea Selatan.
Adapun Ansan Greeners adalah peserta K-League 2 atau kasta kedua kompetisi sepak bola profesional di Korea Selatan.
Baca Juga: PSG Lumat Barcelona 4-1, Pochettino: Jangan Senang Dulu, Masih Ada Leg Dua
Berita Terkait
-
Kontroversi Youtuber Korsel Bae In-gyu, Ditemukan Tewas Jatuh dari Apartemen
-
Review The Price of Confession: Kisah Misteri Gelap Penjara Korea Selatan!
-
Mirip-mirip Kantor PSSI Era Jokdri, Kantor KFA Digerebek Polisi Usut Dugaan Nepotisme
-
TREASURE Resmi Jadi Brand Ambassador Chitato, Siapkan Beragam Aktivitas Seru untuk Fans
-
Kekalahan Memalukan Timnas Indonesia dari Vietnam Jadi Pembahasan Unik Media Korea
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Bikin Ancaman Makin Adaptif
-
Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia
-
6 Cara Pakai Essence agar Menyerap Maksimal untuk Kulit Wajah, Makin Glowing dan Kenyal
-
5 Mesin Cuci 2 Tabung yang Hemat Listrik dan Murah untuk Rumah Tangga, Harga Rp1 Jutaan
-
Dadah-dadah Prabowo dengan Latar Asap Kebakaran Kalimantan, Publik: What Next Mr Presiden
-
Mauro Zijlstra Terdepak dari Skuad Persija, Arema FC Jadi Kesempatan Kedua
-
Cek Fakta: Bahlil Sebut Baterai Nikel di Mobil Listrik Lebih Paten Dibanding LFP, Benarkah?
-
Status Waspada! Gunung Karangetang Terus Muntahkan Lava Sejauh 1.000 Meter
-
Dari Aceh ke Flores, Safrizal ZA Soroti Pentingnya Respons Cepat di Lokasi Bencana
-
3 Bedak Mengandung Iron Oxide untuk Menangkal Flek Hitam Wajah