Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengaku lega sepakbola Tanah Air mulai kembali menggeliat. Dengan begitu, menurutnya pemain-pemain lokal bakal bisa berkembang.
Sebelumnya, Shin mengaku sulit menjalankan program-programnya termasuk mencari pemain untuk timnas, lantaran kompetisi resmi di Indonesia berhenti total akibat pandemi virus Corona.
Ia pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang membuat sepakbola profesional di Indonesia muncul lagi. Kini, sang pelatih bisa memantau pemain-pemain untuk skuat Garuda.
"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang akan kembali menggulirkan liga Indonesia. Liga memang seharusnya berjalan, baru pemain-pemain bisa berkembang," kata Shin Tae-yong di kanal YouTube PSSI, Kamis (25/2/2021).
Memang, izin untuk event sepakbola di tahun 2021 ini baru sebatas turnamen pramusim Piala Menpora. Namun, Shin menyebut ini jadi awal yang bagus karena kompetisi resmi tentu bakal bisa segera bergulir.
"Tidak hanya pemain timnas, tapi pemain Indonesia lainnya secara keseluruhan akan meningkat kemampuannya. Liga atau kompetisi juga memberikan kebahagian bagi pecinta sepakbola Indonesia," pungkasnya.
Indikasi sepakbola Indonesia kembali menggeliat muncul setelah PSSI mengumumkan bakal menggulirkan turnamen pramusim Piala Menpora 2021 pada pada 21 Maret hingga 25 April.
Turnamen pramusim ini dapat digelar menyusul munculnya surat izin dari kepolisian. Pelaksanaan Piala Menpora juga bisa menjadi indikasi kompetisi sepakbola profesional untuk musim 2021, baik Liga 1 maupun Liga 2, bisa menyusul di bulan-bulan berikutnya.
Namun, itu semua tergantung dari penilaian pihak kepolisian terhadap sukses atau tidaknya penyelenggaraan Piala Menpora 2021 yang berlangsung dengan protokol kesehatan (prokes) yang super ketat.
Baca Juga: Piala Menpora Tetap Greget Meski Banyak Klub Tanpa Pemain Asing
Apapun itu, ini memang jadi awal yang bagus terkait wacana kompetisi resmi Tanah Air bakal digulirkan pada pertengahan tahun nanti.
Tag
Berita Terkait
-
Usai Pisah dengan Timnas Indonesia, Alex Pastoor Blak-blakan Incar Kursi Pelatih AZ Alkmaar
-
PSSI Harus Bayar Denda Puluhan Juta ke AFC, Kok Bisa?
-
3 Kiper Lokal Super League dengan Statistik Terbaik, Siap Bersaing di Timnas Indonesia
-
Mudik ke Maluku, Pemain Keturunan Ini Dibuat Geleng-geleng Lihat Indahnya Kampung Halaman
-
3 Kerugian Emil Audero jika Gabung Juventus, Lebih Baik Bertahan di Cremonese
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions: Man City vs Real Madrid, Chelsea Tantang PSG
-
Sikat MU Lima Gol Tanpa Balas, Persib Punya Modal Buat Kalahkan Persebaya
-
Derby Banten Milik Dewa United! Jan Olde: Bukan Soal Gaya, yang Penting Tiga Poin
-
Debut Super League di Persib Diwarnai Pesta Gol, Ini Kata-kata Layvin Kurzawa
-
Cerita Toleransi di Liverpool: Hugo Ekitike Puasa, Jeremie Frimpong Jadi Penjaga
-
Pesan Tegas Karim Benzema: Puasa Ramadan Jangan Jadi Alasan Pemain Mokel
-
Usai Pisah dengan Timnas Indonesia, Alex Pastoor Blak-blakan Incar Kursi Pelatih AZ Alkmaar
-
Gyokeres Bikin Boncos! Sudah Tebus Rp1 T, Arsenal Bepotensi Bayar Lagi Rp3,5 M, Kok Bisa?
-
Eks Tottenham Hotspur Sudah Tak Sabar Bela Timnas Malaysia
-
Rekor Pribadi Pecah! Nathan Tjoe-A-On Tampil Tak Tergantikan di Willem II