Suara.com - Stadion Maracana Brasil yang terkenal di dunia akan mendapatkan nama baru. Hal itu setelah badan legislatif negara bagian Rio de Janeiro memberikan suara untuk mengubah nama resminya menjadi stadion Edson Arantes do Nascimento - Rei Pele.
Pele (80 tahun) yang bernama lengkap Edson Arantes do Nascimento, bermain di stadion itu berkali-kali untuk Brasil dan mencetak gol ke-1.000 di sana pada 1969 -- untuk Santos saat melawan klub lokal Vasco da Gama.
"Ini adalah penghormatan yang layak bagi seorang pria yang diakui di seluruh dunia atas warisannya dalam sepak bola Brazil dan untuk layanan terkait yang diberikan kepada negara kami," kata wakil yang bertanggung jawab atas proyek tersebut, dikutip Antara dari Reuters, Rabu (10/3/2021).
"Rei" berarti "raja" dalam bahasa Portugis.
Stadion, yang menjadi tuan rumah pertandingan final Piala Dunia 1950 dan 2014, serta upacara pembukaan Olimpiade 2016, itu telah lama dinamai Mario Filho, seorang jurnalis yang mendorong pembangunannya pada 1940-an.
Badan legislatif mengatakan stadion sepak bola itu akan diganti namanya tetapi kompleks olahraga yang lebih besar di sekitar lapangan dapat tetap mempertahankan namanya saat ini.
Kebanyakan orang Brasil menyebutnya hanya Maracana, yang merupakan lingkungan tempat stadion itu berada.
Gubernur negara bagian Rio harus mengizinkan perubahan nama, yang tidak disambut dengan pujian universal oleh penggemar sepak bola.
Beberapa orang mengatakan bahwa Mario Filho lebih layak atas kehormatan tersebut, sementara yang lain berpendapat bahwa mereka yang mendapat kehormatan seharusnya berasal dari Rio -- tidak seperti Pele yang lahir di negara bagian Gerais dan tinggal sebagian besar hidupnya di negara bagian Sao Paulo
Baca Juga: Meski Sudah Jalani Vasektomi, Ronaldo Nazario Segera Punya Anak Lagi
Berita Terkait
-
Sejajar Pele dan Beckenbauer, Pau Cubarsi Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026
-
Lamine Yamal Pecahkan Rekor Pele dan Mbappe, Jadi Pemain Termuda Juara Euro dan Piala Dunia
-
Michael Olise Mengubur Rekor Assist Pele Setelah Bertahan Setengah Abad di Piala Dunia
-
Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah
-
Rekor Gila Harry Kane: Sah Lampaui Koleksi Gol Pele di Piala Dunia!
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana