Suara.com - Pembuatan European Super League (ESL) atau Liga Super Eropa yang diinisiasi 12 klub 'besar' Eropa secara tak langsung bakal berdampak pada karier pesepakbola Amerika Serikat.
Melansir media Spanyol, AS, Selasa (20/4/2021), beberapa nama pemain Amerika yang nasibnya terancam antara lain Christian Pulisic (Chelsea), Weston McKennie (Juventus), hingga Sergino Dest (Barcelona).
Pasalnya, wacana menggelar ESL telah ditentang oleh FIFA dan UEFA selaku otoritas tertinggi sepakbola Internasional dan Eropa.
Secara teoritis, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin cuma punya dua opsi dalam masalah ini, yakni menerima pembentukan ESL atau menghukum tim-tim yang ikut berkompetisi di dalamnya.
UEFA sebelumnya mengancam tim-tim peserta ESL tidak akan bisa berlaga di kompetisi domestik, Eropa, dan dunia apabila tetap keras kepala menggelar ESL.
Kondisi itu membuat nama-nama pemain AS di atas, yang memiliki kontrak jangka panjang dengan klubnya, secara tak langsung dipaksa untuk membuat keputusan sulit apabila ESL digelar.
Pasalnya, apabila ESL atau Liga Super Eropa berlangsung di luar naungan FIFA dan UEFA, maka pemain Amerika Serikat yang bermain bersama tim-tim peserta ESL tidak bisa memperkuat Timnas termasuk di Piala Dunia.
Ironisnya, ESL justru menguntungkan segelintir orang-orang Amerika Serikat. Sebagian dari 12 tim penggagas ESL diketahui dimiliki oleh warga negara Amerika.
Sebut saja Stan Kroenke. Dia adalah penguasaha Amerika Serikat pemilik Sports and Entertainment, yang merupakan perusahaan induk klub sepak bola Arsenal.
Baca Juga: Membelot ke ESL, Perez Yakin Madrid Takkan Dicoret dari Liga Champions
Ada pula John W. Henry yang merupakan pendiri John W. Henry & Company dan dia adalah pemilik utama Boston Red Soxs (MLB), Liverpool Football Club (Liga Premier), Boston Globe dan salah satu pemilik Roush Fenway Racing.
Sementara Manchester United saat ini dimiliki Joel Glazer, Pengusaha Amerika yang memiliki kekayaan bersih sekitar 1 miliar dolar. Di ESL dia menjabat sebagai wakil Presiden.
Sebanyak 12 tim yang menggagas ESL antara lain Manchester United, Manchester City, Chelsea, Liverpool, Arsenal, Tottenham Hotspur. Serta Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Inter Milan, AC Milan, dan Juventus.
Tag
Berita Terkait
-
Kritik ESL, Sir Alex Ferguson: Langkah Mundur Sepak Bola Eropa
-
Memanas! Florentino Perez Siap Bentuk Piala Dunia Sendiri
-
UEFA Ingin Coret Madrid, City, Chelsea dari Liga Champions, PSG Juara?
-
Hits Bola: Bikin UEFA Naik Pitam, Ini 12 Tim Pendiri European Super League
-
Laga Leeds vs Liverpool Diwarnai Protes Keras Tolak Liga Super Eropa
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas
-
Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN
-
Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum
-
Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!
-
Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat
-
Pemkab Musi Banyuasin Usulkan Lahan Sekolah Rakyat
-
Habiskan Malam Panjang di Ibu Kota: Intip 5 Cara Menikmati Jakarta hingga Dini Hari di PIK
-
Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI