Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sampai harus teriak-teriak seperti sedang marah ketika mengawasi anak asuhannya menjalani internal game di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (11/5/2021) malam.
Hal itu nyatanya dilakukan juru taktik asal Korea Selatan itu bukan karena kesal. Dia teriak untuk membangkitkan semangat juang para penggawa Merah Putih yang diklaimnya kadang kurang kemauan.
"Jadi sejujurnya saya tidak marah, tapi berbicara dengan suara keras saja," kata Shin Tae-yong usai pimpin latihan.
"Itu bisa mengubah mental pemain jadi sebenarnya ada kekurangan disetiap pemain karena kurang kemauan, kurang mental juga untuk ambil bola dari lawan," ia menambahkan.
Timnas Indonesia menjalani internal game sebagai bahan seleksi pemain yang bakal diberangkatkan ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Dari 37 penggawa yang mengikuti pemusatan latihan di Jakarta, hanya 23 yang akan diterbangkan ke Timur Tengah untuk bergabung dengan lima penggawa RI yang saat ini masih tampil bersama klubnya di luar negeri.
Dalam internal game ini, tim putih berhasil mengalahkan tim biru dengan skor 3-1 lewat gol-gol Evan Dimas, Ady Setiawan, Saddam Emirrudin Gaffar. Adapun tim biru membalas satu gol lewat M. Rafli.
Timnas Indonesia sedang disiapkan untuk menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) awal Juni mendatang.
Timnas Indonesia masih menyisakan tiga pertandingan lagi di ajang itu yakni melawan Thailand, Vietnam, dan UEA. Sebelum itu, ada dua laga uji coba kontra Afghanistan (25 Mei) dan Oman empat hari setelahnya.
Baca Juga: Adam Alis Siap Bantu Timnas Sapu Bersih 3 Laga Sisa Kualifikasi Piala Dunia
Berita Terkait
-
Performa Timnas Belum Oke, Shin Tentukan 28 Pemain yang Berangkat ke Dubai
-
Shin Tae-yong Ogah Komentar Masuknya Arthur Irawan di TC Timnas Indonesia
-
Pantau Langsung Latihan Timnas, Kaesang Pangarep Tertarik dengan Evan Dimas
-
Skuat Timnas Indonesia Terima THR dari Ketum PSSI
-
Asnawi Ingin Pulihkan Cederanya Dulu Sebelum Gabung TC Timnas Indonesia
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat