Suara.com - Michelle Kuhnle secara mengejutkan dipecat dari jabatannya sebagai Public Relation (PR) Persis Solo. Ia menilai ada intrik tersendiri di balik pemecatan tersebut.
"Pemecatan saya sebagai PR Persis Solo tanpa melalui prosedur yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jadi saya perlu melakukan klarifikasi dan konfirmasi kronologis," terang Michelle Kuhnle saat ditemui, Rabu (26/5/2021).
Michelle menceritakan kronologis tentang pemecatannya sebagai PR Persis Solo. Wanita jebolan Indonesian Idol 2021 itu ditawari jabatan PR langsung oleh Komisaris Utama Persis Solo Kevin Nugroho dan Direktur Utama Persis Solo Kaesang Pangarep.
Pada, 24 April 2021, Michelle menandatangani surat perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). Dari PT Persis Solo Saestu diwakili dan ditandatangani oleh HRD saudari Galih Padhu Prasasti.
"Pada, Jumat (21/5/2021), saya dipanggil oleh Ibu Galih Padhu Prasasti dan disampaikan mulai jumat tersebut saya diberhentikan secara lisan dan sepihak," ungkap dia.
Alasan PHK, lanjut dia, atas rekomendasi saudara Bryan Barcelona (Bona) sebagai media officer Persis Solo.
"Ia tidak menyukai kinerja saya sebagai PR dan merasa tidak klik dengan saya. Bahkan pada kesempatan tersebut, Galih mengakui bahwa manajemen Persis memang tidak profesional dan sebagai generasi muda seharusnya saya diberikan pembinaan," katanya.
Diakuinya jika selama ini telah menjalankan tugas-tugasnya sebagai PR, seperti menyusun media report dan tugas-tugas lainnya. Tugas dan tanggungnya adalah melakukan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan jabatnn sebagai PR seperti menyusun media report secara berkala yang diserahkan kepada manajemen
Selain itu juga membina hubungan baik dengan para suporter, fan based Pasoepati, para awak media dan seluruh pihak yang terkait.
Baca Juga: Michelle Kuhnle Didepak dari Persis Solo, Alasannya Ternyata Cuma Urusan Pribadi
"Saat hari pemberhentian, saya langsung menemui saudara Bona untuk mengklasifikasikan masalah tersebut," imbuhnya.
Pada hasil diskusi dengan fakta dan bukti, Bona menyampaikan alasan merekomendasikan PHK kepada HRD. Pada 27 Maret 2021, diminta untuk jadi moderator bedah buku dan ditolaknya.
Michelle memberikan alasannya, karena acara tersebut bukan acara Persis Solo, jadi bukan tanggung jawab sebagai PR. Waktu pemberitahuan relatif singkat, karena menjadi moderator suatu acara bedah buku harus mengetahui isi buku dan mempersiapkan serta mendalami materi buku tersebut.
Apalagi pada waktu itu dirinya belum ada kontrak kerja dengan Persis Solo.
"Bona menjadikan rekomendasi PHK saya kepada HRD. Bagaimana bisa belum ada kontrak kerja sudah dijadikan dasar PHK, kalau memang hal itu dijadikan dasar penilaian saya tidak perform, mengapa dibuatkan kontrak PKWT dan itu jelas alasan yang mengada-ada dan tidak masuk akal," papar dia.
Menurutnya, Bona juga tidak menyangkal bahwa alasan PHK terhadap dirinya karena faktor dislike." Ini dapat disimpulkan dasar PHK saya bukan karena kinerja atau profesionalisme saya. Tapi diduga lebih pada masalah personal atau pribadi Bona," ujarnya.
Berita Terkait
-
Kaesang Jadi Magnet Baru PSI, Survei LPI Ungkap Alasan Anak Muda Mulai Melirik
-
Sosok Penting Persija Jakarta Cabut Gabung Persis Solo
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Eks Striker Persib Bandung dan Persis Solo Tampil di Piala Dunia 2026
-
Momen Kaesang Pangarep Nobar Timnas Bareng Gubernur Sumsel, Tapi Prediksinya Meleset
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey