Suara.com - Partai sengit bak thriller tersaji di matchday 1 Grup C Euro 2020. Sempat disamakan setelah unggul dua gol, Timnas Belanda akhirnya menang dengan skor tipis 3-2 atas Ukraina di Johan Cruijff ArenA, Amsterdam, Senin (14/6/2021) dini hari WIB.
Lebih difavoritkan untuk meraih tiga poin, langkah Belanda nampaknya akan mulus saja setelah unggul dua gol dalam kurun waktu hanya enam menit.
Menit ke-52, kapten tim Georginio Wijnaldum membuka skor untuk Belanda lewat golnya. Penyerang Wout Weghorst lantas menggandakan keunggulan De Oranje pada menit ke-58.
Namun setelah unggul dua gol, Belanda seperti terlena dan di sisi lain, Ukraina nampak tersengat.
Benar saja, Andriy Yarmolenko memperkecil skor untuk Ukraina pada menit ke-75 lewat gol cantiknya, sebelum striker Roman Yaremchuk membuat kedudukan imbang bagi armada Andriy Shevchenko empat menit berselang.
Untungnya bagi Belanda, wing-back Denzel Dumfries mampu mencuri gol ketiga pada menit ke-85 yang sekaligus jadi gol kemenangan De Oranje.
Gelandang sentral Timnas Belanda, Frenkie de Jong menganalogikan laga kontra Ukraina ini tak ubahnya 'rollercoaster'.
Sengit, sarat emosi dan drama, namun De Jong lega akhirnya Belanda bisa menang.
"Ini pertandingan yang intens dan menguras emosi. Benar-benar luar biasa tentunya bagi penonton netral, seperti rollercoaster," ucap De Jong seperti dimuat Sport, Senin (14/6/2021).
Baca Juga: Sancho Sama Sekali Tak Masuk Skuad Inggris Lawan Kroasia, Southgate Kasih Penjelasan
"Ketika Ukraina menyamakan skor, memasuki 10 menit terakhir, saya sempat berpikir yang tidak-tidak. Mungkin saja kami akan kolaps. Tapi, untungnya Dumfries mencetak gol ketiga kami," sambung pemain berusia 24 tahun itu.
"Apa pun itu, kami layak meraih kemenangan karena kami adalah tim yang lebih baik secara keseluruhan," celotehnya.
Tampil penuh, playmaker Barcelona itu sendiri tampil apik untuk mengatur irama permainan De Oranje sepanjang 90 menit. Ia mengaku puas dengan performanya.
"Selalu ada ruang untuk berkembang di laga-laga berikutnya di Euro ini, tapi saya cukup puas dengan performa saya, performa tim juga. Bagi saya, setelah musim yang panjang bagi Barcelona, antusiasme dan fisik saya tetap terjaga untuk Euro ini," kata De Jong.
"Dan saya kira itu juga berlaku buat para pemain lainnya di skuad, setelah menjalani musim bersama klubnya masing-masing. Selalu bagus, bisa memulai turnamen besar dengan kemenangan," pungkas eks pemain Ajax itu.
Berita Terkait
-
Kabar Buruk untuk Timnas Belanda, Xavi Simons Resmi Absen di Piala Dunia 2026
-
Bek Incaran PSG Tolak Permintaan Ortu Bela Timnas Indonesia
-
Sudah Lancar Bahasa Indonesia, Eks Kapten Belanda Tunggu Panggilan John Herdman
-
Duo Ambon 'Menyala' Beda Negara: Tijjani Jadi Pahlawan Belanda, Eliano Reijnders Bantu Garuda
-
Ezra Walian dan Calvin Verdonk Reuni, akan Kembali Bersama Setelah 13 Tahun
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diego Simeone Terima Atletico Tersingkir di Liga Champions: Nggak Ada Alasan
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?