Ya, Jerman rasanya memang tak perlu mengkoreksi barisan pertahanannya, sekalipun Mats Hummels membuat gol bunuh diri yang membuat Prancis menang.
Mereka relatif sanggup meredam trio semaut Kylian Mbappe, Antoine Griezmann dan Karim Benzema, kendati Mbappe dan Benzema menciptakan gol yang kemudian dianulir karena offside pada laga matchday 1 Grup F itu.
Joachim Low rasanya tak akan mengganti trio beknya, namun dia harus mengubah dramatis susunan pemain eselon-eselon selanjutnya agar memetik poin penuh dari laga melawan Portugal, dan menyingkirkan jauh-jauh bayangan buruk terulangnya tragedi 2018.
Ya, kekalahan kedua Jerman hanya akan membuat Portugal jadi negara keempat yang lolos lebih awal ke babak 16 besar Euro 2020, yang akan jadi pencapaian ketujuh berturut-turut lolos ke fase gugur Euro bagi Selecao das Quinas.
"Sungguh fundamental mengawali dengan pijakan yang benar agar memperoleh kepercayaan diri, dan kini kami harus berlanjut kepada pertandingan berikutnya lawan Jerman dan juga dengan kemenangan," ucap Cristiano Ronaldo.
Dengan torehan 106 gol sejauh ini untuk Portugal dari 176 caps, Ronaldo kini hanya berselisih tiga gol dari pemegang rekor top skor sepanjang masa di pentas sepakbola internasional.
Ali Daei, yang membela Timnas Iran dari 1993-2006, adalah orang yang memegang rekor tersebut dengan torehan 109 gol sepanjang karier internasionalnya.
"Kami semua tahu kualitas Cristiano dan betapa mudahnya bagi dia menciptakan gol demi gol. Saya yakin dia bisa meraih rekor prestisius itu," tutur playmaker Portugal, Bruno Fernandes.
Namun demikian, Matthias Ginter menyatakan salah besar jika Jerman hanya fokus mengawal Ronaldo karena masih ada Fernandes, Diogo Jota dan Bernardo Silva yang mampu menjadi penentu kemenangan bagi Portugal.
Baca Juga: Tinggalkan Real Madrid Setelah 16 Musim, Tangisan Sergio Ramos Pecah
Pelatih Portugal, Fernando Santos malah masih punya cadangan tak kalah mengerikan pada diri Andre Silva yang mencetak 28 gol di Bundesliga Jerman musim lalu bersama Eintracht Frankfurt, bintang Atletico Madrid Joao Felix, serta Renato Sanches dari tim juara Ligue 1 Prancis Lille.
Santos bahkan tak mau hasil seri saat melawan Jerman. Pilihannya hanya dua; "membunuh atau dibunuh," kata pelatih asal Portugal berusia 66 tahun itu.
Skenario Pertandingan
Laga melawan Prancis awal pekan ini mengekspos kelemahan-kelemahan Jerman, terutama tiadanya pencipta gol mumpuni. Pemain Bayern Munich, Serge Gnabry yang jadi andalan utama untuk mendobrak pertahanan lawan, tak bisa apa-apa saat melawan Prancis.
Kemitraannya dengan Thomas Muller dan Kai Havertz malah membuat Jerman kalah kelas dari lini serang Prancis yang efisien. Gnabry dan Havertz mungkin termasuk yang harus dirotasi Joachim Low.
Jika ini yang terjadi, maka rekan setim Gnabry di Bayern, Leroy Sane bisa menjadi starter, bahkan lebih revolusioner lagi jika dipasangkan dengan Kevin Volland.
Yang juga titik lemah Jerman adalah wing-back kanannya. Joshua Kimmich sering bergerak ke tengah, dan itu tidak efektif. Sayang, cedera pada Lukas Klostermann membuat Kimmich tak ada lawan di posisi itu.
Di lapangan tengah, Low bisa mencoba Leon Goretzka, tapi memainkan penuh gelandang kekar Bayern itu berisiko mengingat dia masih dalam pemulihan dari cedera.
Jadi, amanlah Ilkay Gundogan dan Toni Kroos sebagai starter di lini vital Die Mannschaft.
Jika Kimmich masih tergoda beroperasi ke tengah. Low mungkin bisa memplot Matthias Ginter dalam peran lebih melebar. Tak masalah karena sang bek sentral terbiasa mengisi posisi fullback bersama klubnya, Borussia Monchengladbach.
Akan tetapi, itu akan membuat wing-back kiri Atalanta, Robin Gosens menjadi lebih ke dalam seolah bek tengah ketiga Jerman, melapis duo bek sentral Mats Hummels dan Antonio Rudiger yang memproteksi kiper Manuel Neuer.
Sementara itu, pelatih Fernando Santos dari Portugal sudah pasti mempelajari kekalahan Jerman dari Prancis.
Dia tahu bek-bek Jerman sulit mengimbangi kecepatan Kylian Mbappe. Santos punya pemain seperti Mbappe, dan Rafa Silva orangnya. Attacker Benfica itu bisa agak digeser ke sayap kanan, posisi yang selama ini ditempati Bernardo Silva.
Di posisi penyerang sayap, Rafa Silva dan Diogo Jota akan mendapatkan sokongan dari dua fullback, Nelson Semedo dan Raphael Guerreiro, untuk membantu kinerja Bruno Fernandes sebagai gelandang serang serta Cristiano Ronaldo sebagai goal-getter utama Portugal.
Sementara di lapangan tengah, Danilo Pereira dan William Carvalho tetap menjadi double pivot. Jika Carvalho tak memungkinkan menjadi starter, maka gelandang jangkar Wolves, Ruben Neves siap mendampingi Danilo.
Sedangkan untuk pertahanan, Ruben Dias dan Pepe tak tergantikan dalam melindungi kiper Rui Patricio.
Statistik Kedua Tim
Jerman total sudah 18 kali bertemu Portugal, di mana Die Mannschaft lebih sering menang ketimbang Selecao das Quinas. Jerman menang 10 kali dan kalah tiga kali.
Portugal sendiri tak pernah mengalahkan Jerman dalam 21 tahun terakhir. Terakhir mereka menang dalam fase grup Euro 2000, ketika hat-trick Sergio Conceicao memenangkan Portugal 3-0.
Akan tetapi, Portugal hanya sekali kalah pada 16 pertandingan terakhirnya lintas ajang sejak Oktober 2019. Portugal juga tak terkalahkan pada 22 dari 23 pertandingan Euro terakhirnya.
Head-to-head Portugal vs Jerman:
16/06/2014 Jerman 4-0 Portugal
10/06/2012 Jerman 1-0 Portugal
20/06/2008 Portugal 2-3 Jerman
09/07/2006 Jerman 3-1 Portugal
21/06/2000 Portugal 3-0 Jerman
Lima pertandingan terakhir Portugal:
28/03/2021 Serbia 2-2 Portugal
31/03/2021 Luksemburg 1-3 Portugal
05/06/2021 Spanyol 0-0 Portugal
10/06/2021 Portugal 4-0 Israel
15/06/2021 Hungaria 0-3 Portugal
Lima pertandingan terakhir Jerman:
29/03/2021 Rumania 0-1 Jerman
01/04/2021 Jerman 1-2 Makedonia Utara
03/06/2021 Jerman 1-1 Denmark
08/06/2021 Jerman 7-1 Latvia
16/06/2021 Prancis 1-0 Jerman
Prakiraan Susunan Pemain:
Portugal XI (4-2-3-1): Patricio; Semedo, Pepe, Dias, Guerreiro; Danilo, Carvalho; Bernardo, Fernandes, Jota; Ronaldo.
Pelatih: Fernando Santos (Portugal)
Jerman XI (3-4-3): Neuer; Ginter, Hummels, Rudiger; Kimmich, Gundogan, Kroos, Gosens; Sane, Muller, Gnabry.
Pelatih: Joachim Low (Jerman)
Tag
Berita Terkait
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Tak Punya Gelar Piala Dunia, Apakah Cristiano Ronaldo Sah Disebut Legenda Terbesar Portugal?
-
Rekor Messi Tergeser, Mbappe Siap Jadi Bintang Bola Masa Depan, Benarkah?
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Shin Tae-yong Pimpin Latihan Perdana Persija, Fokus Bangun Fondasi Tim
-
Sejarah Inggris vs Argentina, Ini Prediksi Pemenang Semifinal Piala Dunia 2026
-
Kontroversi Sponsor Piala Dunia 2026: LaLiga Layangkan Protes ke FIFA
-
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Bikin Melongo! Kategori 2 Tembus Rp133 Juta
-
Pulang ke Oslo Sebagai Warga Biasa, Timnas Norwegia Disambut 100 Ribu Suporter
-
Spanyol Ukir Rekor Bersejarah usai Bekuk Prancis, Makin Dekat Kawinkan Gelar Euro dan Piala Dunia
-
Noni Madueke Tak Takut Lionel Messi Cs: Argentina yang Harus Khawatir Lawan Inggris
-
Mbappe dan Michael Olise Melempem, Deschamps Beberkan Penyebab Prancis Tumbang dari Spanyol
-
Ada Proses Panjang di Balik Kesuksesan Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
-
Hujan Rudal AS Bunuh 3 Warga Sipil di Iran Selatan, Bukan Tentara