-
Serangan udara Amerika Serikat di Iran selatan menewaskan tiga anggota keluarga penjaga hutan.
-
Ledakan menghancurkan pos perlindungan lingkungan di Desa Seyyed Jowzar, Provinsi Hormozgan.
-
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras tindakan tersebut dan menuntut keadilan internasional.
Suara.com - Serangan udara militer Amerika Serikat menghantam wilayah Iran bagian selatan pada Selasa pagi. Insiden mematikan tersebut menewaskan 3 orang yang merupakan anggota keluarga dari seorang penjaga hutan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengonfirmasi titik ledakan tersebut. Operasi udara ini menyasar sebuah pos perlindungan lingkungan hidup dan stasiun penjaga hutan.
Hantaman rudal tersebut terjadi di Desa Seyyed Jowzar yang terletak di Kabupaten Hajjiabad, Provinsi Hormozgan. Hingga saat ini, pihak CNN belum bisa memverifikasi klaim sepihak dari perwakilan pemerintah Iran tersebut.
Pihak jurnalis internasional juga telah menghubungi Komando Pusat Amerika Serikat guna meminta keterangan resmi. Berdasarkan laporan media lokal PressTV, petugas penjaga hutan yang berada di lokasi kejadian selamat tanpa luka.
Namun, nasib malang menimpa 2 anak laki-laki dan 1 menantu perempuan dari petugas tersebut yang berada di area itu. Mereka tewas seketika akibat ledakan kuat di pos perlindungan satwa tersebut.
Insiden berdarah ini langsung memicu reaksi keras dari otoritas diplomatik tertinggi di Teheran. Pemerintah Iran mengutuk keras operasi militer yang dinilai telah menyasar warga sipil tidak bersalah.
Esmaeil Baghaei menyampaikan kecaman terbuka atas tindakan agresif bersenjata dari negara sekutu barat tersebut. Pernyataan ini menjadi sinyal memburuknya hubungan kedua belah pihak di kawasan Timur Tengah.
“Daftar kejahatan Amerika terhadap warga Iran tumbuh lebih panjang setiap hari, dan dengan setiap hari yang berlalu Amerika Serikat mengungkapkan lapisan lain dari permusuhannya terhadap Iran,” ujar Baghaei.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa tindakan kekerasan ini tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa jalur hukum. Pihak kementerian bersumpah akan membawa kasus kematian warga sipil ini ke ranah internasional.
Baca Juga: 3 Hari Masa Kritis AS - Iran, Hingga Perang Meletus Kembali
“Setiap kejahatan baru semakin memperkuat tekad warga Iran untuk mengejar keadilan dan untuk mengupayakan pengadilan dan hukuman bagi mereka yang bertanggung jawab atas perintah dan pelaksanaan tindakan ini,” tambahnya.
Wilayah Iran selatan, khususnya Provinsi Hormozgan, merupakan daerah strategis yang berbatasan langsung dengan Teluk Oman. Kawasan ini kerap menjadi titik panas ketegangan militer antara pasukan Iran dan armada asing.
Pos penjaga hutan yang menjadi sasaran berfungsi untuk mengawasi kelestarian alam di area terpencil tersebut. Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat akibat rentetan insiden bersenjata di wilayah perbatasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Alexis Mac Allister: Tenang, Timnas Argentina Pengalaman di Semifinal
-
Rodrigo De Paul: Saya Harus Kendalikan Emosi di Laga Argentina vs Inggris
-
Jelang Argentina vs Inggris, Gonzalo Montiel: Kami Sudah Lewati Masa Sulit
-
Kata-kata Didier Deschamps, Prancis Aneh Hadapi Spanyol Hingga Angkat Koper dari Piala Dunia 2026
-
Pedro Porro: Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Tidak Ada di Mimpi Paling Liar Saya
-
Rekor Sempurna Luis de la Fuente: Spanyol 14 Pertandingan Tanpa Kalah
-
Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, De la Fuente: Pemain Luar Biasa
-
Kontroversi Semifinal Piala Dunia 2026? Yamal Handball, Spanyol yang Dapat Penalti
-
Rekor 7 Dekade Prancis Patah! Spanyol ke Final Piala Dunia Setelah 16 Tahun
-
FBI Tetapkan Inggris vs Argentina Laga Paling Berbahaya di Piala Dunia 2026