Suara.com - Pelatih Timnas Belgia, Roberto Martinez memuji kerja keras pemainnya kendati harus tersingkir dari perempat final Euro 2020 usai kalah 1-2 dari Italia, Sabtu (3/7/2021) dini hari WIB.
Meski demikian, Roberto Martinez menyoroti penampilan Belgia yang terlambat panas sehingga harus kecolongan dua gol di babak pertama.
Italia mencetak dua gol dari Nicolo Barella dan Lorenzo Insigne sebelum striker Belgia Romelu Lukaku mengonversi penalti yang semuanya tercipta sebelum turun minum.
Kedua belah pihak memiliki peluang mencetak gol setelah turun minum tetapi Italia mempertahankan kemenangan ke-13 berturut-turut mereka untuk memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 32 pertandingan.
"Italia tim yang sudah berkembang bulan lalu. Anda bisa menyaksikan rangkaian kemenangannya telah membentuk kekuatan mereka," kata Martinez dalam konferensi pers seperti dikutip Antara dari Reuters, Sabtu (3/7/2021).
"Ini membuat mereka bisa mengawali babak pertama dengan lebih baik. Pada babak kedua kami menjalani pertandingan dengan lebih baik dan kami mampu menciptakan peluang-peluang."
Martinez juga menurunkan Jeremy Doku sebagai starter dan penampilannya yang hidup menciptakan masalah pada barisan pertahanan Azzurri sepanjang malam itu.
Dia nyaris menciptakan gol penyama kedudukan pada saat-saat terakhir saat memotong dari sayap untuk melepaskan tembakan ke gawang, tetapi bola melenceng beberapa inci di atas mistar gawang.
Doku juga yang membuat Belgia memperoleh penalti pada babak pertama dan Martinez mengatakan pemain itu berubah matang padahal baru berusia 19 tahun.
Baca Juga: Tundukkan 10 Pemain Swiss Lewat Adu Penalti, Spanyol ke Semifinal Euro 2020
"Jeremy sudah berkembang di kamp dan tiga hari terakhir dia menunjukkan siap seperti yang Anda lihat hari ini," kata Martinez.
"Jelas dia memiliki energi yang bisa kami gunakan. Dia tidak pernah terlihat seperti pemain muda dalam pertandingan tadi itu."
Martinez menepis pertanyaan mengenai masa depannya dengan mengatakan hal pertama yang ingin dia lakukan adalah menganalisis apa yang salah.
"Rasanya sedih dan kecewa karena saya merasa pemain-pemain tak perlu tersingkir dari turnamen ini. Para pemain telah melakukan semua yang mereka bisa untuk membuat kami sejauh yang kami bisa," kata dia.
"Ini dua tim yang sangat bagus pada fase gugur ini dan margin telah berpihak kepada mereka."
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Super League Diserbu Pemain-pemain Asing Liga India yang Gagal Digelar
-
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Beruntung Bisa Dilatih John Herdman
-
Kata-kata Erick Thohir Usai John Herdman jadi Pelatih Timnas Indonesia
-
BREAKING NEWS! John Herdman Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia
-
Alwi Fadillah Tinggalkan Persija Jakarta Usai Debut Profesional Bersama Macan Kemayoran Senior
-
Sudah Ditunggu Persib, Persija Tegaskan Kemenangan atas Persijap Lebih dari 3 Poin
-
Manchester City vs Chelsea: Ujian Berat The Blues Usai Pemecatan Maresca
-
Hasil Drawing Piala Asia Futsal 2026, Indonesia Masuk Grup A Bersama Irak dan Korea Selatan
-
Fulham vs Liverpool: Ujian Berat The Reds di London, Prediksi Skor dan Susunan Pemain
-
Federico Chiesa dan Andre Onana Satu Agensi dengan Mees Hilgers