Suara.com - Timnas Italia sukses juarai Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris lewat adu penalti. Berikut fakta - fakta menarik usai Italia mengalahkan Inggris di final.
Pada laga final di Stadion Wembley, Senin (12/7/2021) dini hari WIB, Italia sempat dikejutkan lebih dulu oleh gol cepat Inggris. Luke Shaw sudah menjebol gawang Gianluigi Donnarumma saat laga baru berjalan dua menit.
Namun Italia tetap tidak menyerah dan Leonardo Bonucci berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-67. Skor imbang tersebut tetap bertahan selama 120 menit pertandingan.
Italia memastikan diri jadi kampiun usai menang 3-2 di babak adu penalti. Ini merupakan gelar Euro pertama bagi Italia sejak jadi juara pada edisi 1968 silam dan menyudahi penantian selama 53 tahun.
Berikut fakta - fakta menarik setelah Italia menjuarai Euro 2020 usai mengalahkan Inggris di final seperti dilansir laman resmi UEFA:
- Italia adalah tim keempat yang memenangkan beberapa gelar EURO setelah Jerman (3), Spanyol (3) dan Prancis (2). Kesenjangan 53 tahun antara gelar mereka adalah yang terpanjang dalam sejarah EURO.
- Italia adalah tim pertama yang memenangkan dua adu penalti dalam satu turnamen di putaran final EURO.
- Bonucci (34 tahun dan 71 hari) adalah pemain tertua yang mencetak gol di final EURO.
- Gol pembuka Shaw mencatat waktu 1:56, menjadi gol tercepat di final EURO dan tercepat kelima dalam sejarah turnamen.
- Ini adalah final EURO ketujuh yang melalui perpanjangan waktu (setelah 1960, 1968, 1976, 1996, 2000 dan 2016) dan yang kedua melalui adu penalti (1976).
- Jorghino dari Chelsea adalah pemain kesepuluh yang menjadi juara dua gelar Eropa yaitu Liga Champions dan EURO di tahun yang sama.
- Italia mencatat 34 pertandingan tak terkalahkan, sejak September 2018.
- Italia tidak kebobolan gol pertama dalam 18 pertandingan sebelumnya sebelum tampil di final.
- Azzurri telah kebobolan lebih dari sekali hanya dalam satu dari 21 pertandingan final EURO terakhir mereka.
- . Bonucci membuat penampilan final EURO ke-18, rekor Italia. Giorgio Chiellini bergabung dengan Gianluigi Buffon dengan 17 penampilan .
- Harry Kane membuat penampilan putaran final EURO ke-11, menyamai rekor Inggris Gary Neville.
Berita Terkait
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Statistik Miris Afsel Usai Didepak Kanada dari Piala Dunia 2026: Cuma Satu Tembakan Tepat Sasaran!
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Deretan Keputusan Kontroversial VAR Selama Piala Dunia 2026: Gol Iran Dianulir
-
Torehkan 11 Gol, Harry Kane Jadi Top Skor Sepanjang Masa Inggris di Piala Dunia
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan