Bola / Bola Dunia
Kamis, 09 September 2021 | 21:21 WIB
Pemain Timnas Maroko, Sofyan Amrabat (kiri) menceritakan suasana mencekam ketika kudeta bersenjata di Guinea. (FADEL SENNA / AFP)

Suara.com - Pertandingan Maroko melawan Guinea di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Afrika harus ditunda karena terjadi kudeta bersenjata. Pemain Timnas Maroko, Sofyan Amrabat kemudian menceritakan momen mencekam tersebut.

Sofyan Amrabat dan pemain Timnas Maroko melakukan laga tandang ke Guinea. Mereka sudah tiba di Guinea pada Sabtu (5/9/2021) dan menggelar sesi latihan di sana.

Namun, pada hari Minggu pagi terjadi kudeta bersenjata untuk menggulingkan pemerintahan Guinea. Suasana pun tidak kondusif dan skuat Maroko terjebak di hotel.

"Anda tidak berharap menjalani tugas internasional dan berakhir di tengah kudeta militer," ucap Sofyan Amrabat dikutip dari Football Italia pada Kamis (9/9/2021).

Sofyan yang juga bermain untuk Fiorentina kemudian menjelaskan keadaan mencekam di hotel. Dia awalnya tak sadar saat ada suara tembakan, karena mengira itu adalah kembang api yang ditembakkan fans untuk mengganggu skuat Maroko.

Akan tetapi, setelah mencari tahu di internet. Situasi di Guinea ternyata rusuh karena adanya kudeta bersenjata. Hal itu membuat membuat mereka ketakutan.

Reaksi pemain Maroko setelah ditumbangkan Portugal di laga kedua Grup B Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Stadion Luzhniki, Rabu (20/6/2018) [AFP]

"Pada Minggu pagi, Adel Taarabt (pemain Maroko) bertanya apa saya mendengat suara tembakan. Saya tertawa pada awalnya dan mengatakan itu pasti kembang api karena terkadang fans melakukannya di luar hotel tim lawan untuk mengganggu waktu istirahat," jelasnya.

"Tapi kemudian kami melihat di internat apa yang sebenarnya terjadi. Keluarga saya khawatir dan semua orang mengirim pesan menanyakan kabar."

"Kami harus profesional, tapi menakutkan ketika Anda mendengar suara tembakan, lalu diam, lalu terdengar lebih banyak tembakan," imbuhnya..

Baca Juga: Dipanggil TC Timnas Indonesia U-18, Pemain Muda Semen Padang FC Ini Siap Kerja Keras

Pada akhirnya, Timnas Maroko berhasil mendapatkan pengawalan dari hotel ke bandara untuk pulang. Sesampainya di bandara, sudah ada militer yang mendesak semua orang untuk kembali, tapi pada akhirnya Raja Maroko ikut turun tangan.

"Kami sampai di bandara dan pesawat ada di landasan pacu, tapi militer telah menguncinya dan mendesak semua orang untuk kembali. Dengan intervensi Raja Maroko yang menghubungi pemimpin baru Guinea, mereka mengizinkan kami naik pesawat dengan pengawasan militer," pungkasnya.

Load More