Suara.com - Hubungan Hakim Ziyech dengan pelatih Timnas Maroko, Vahid Halilhodzic memanas. Hal ini terjadi usai insiden pencoretan Ziyech dari timnas yang akan berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Vahid Halilhodzic telah mencoret Ziyech dari skuat Maroko yang menjalani Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Sudan dan Guinea. Keputusan ini kemudian menjadi sorotan karena Ziyech merupakan salah satu pemain bintang di negaranya.
Akan tetapi, Halilhodzic bertindak tegas karena sikap Ziyech yang tak bisa diterma. Menurutnya, pemain yang bermain untuk Chelsea ini tak punya sikap untuk membela timnas.
"Perilakunya dalam dua laga terakhir, terutama yang terakhir, dia tidak seperti pemain tim nasional. Dia datang terlambat dan setelah itu dia menolak untuk bekerja," ucap Halilhodzic dikutip dari Sportbible pada Jumat (3/9/2021).
"Tidak ada gunanya berdiskusi setelah itu, sebagai pelatih jawabannya sudah terlihat di sana. Tim nasional di atas segalanya, tidak ada yang bisa menyanderanya," imbuhnya.
Bahkan Halilhodzic mengatakan bahwa pemain 28 tahun itu juga pura-pura cedera agar tidak bermain di sebuah laga persahabatan. Padahal saat diperiksa staf medis, kondisinya diperbolehkan bermain.
"Staf medis memberikan pemeriksaan dan mengatakan dia bisa bermain. Dia kemudian menolak pemanasan di babak kedua karena kecewa menjadi pemain pengganti," ucap Halilhodzic.
Di sisi lain, Ziyech sendiri buka suara usai pelatih Timnas Maroko memberikan pernyataan pedas tentangnya. Melalui Instagram Storiesnya, Ziyech juga melemparkan sindiran.
Ziyech membuat tulisan sindiran yang tampaknya ditujukan kepada Halilhodzic. Bahkan, mantan pemain Ajax Amsterdam tersebut memberikan emoji badut dalam tulisan singkatnya.
Baca Juga: Dilirik PSSI, Atlet Sepakbola Kepri Ikut TC Timnas Indonesia U-18
"Lain kali, ketika kamu berbicara, bicaralah yang sebenarnya!" tulis Ziyech.
Terlepas dari itu, Timnas Maroko berhasil meraih kemenangan dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Afrika. Maroko sukses menang 2-0 melawan Sudan.
Berita Terkait
-
Chelsea Juara Piala Super Eropa, Hakim Ziyech Dibekap Cedera Bahu
-
Thomas Tuchel Ingin Buang Hakim Ziyech, AC Milan Dekati Chelsea
-
Hakim Ziyech Jadi Tumbal Kemenangan Chelsea atas Leeds United
-
5 Transfer Musim Panas Terbaik Liga Inggris, Tak Ada Pemain MU
-
Bantu Chelsea Kalahkan Sheffield United, Lampard Puji Hakim Ziyech
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unsoed
-
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unsoed
-
Rumah Layak Huni Dibangun di Bogor untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah
-
Punya Rencana Keuangan Bikin Percaya Diri Melonjak Jadi 86 Persen
-
Aturan Devisa Ekspor Resmi Dilonggarkan, Pengusaha Tambang Dapat Angin Segar!
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat