Suara.com - Leicester City akan menjamu juara bertahan Manchester City pada pekan ke-4 Liga Inggris, Sabtu (11/9/2021) malam WIB. Berikut fakta -fakta menarik jelang laga Leicester vs Manchester City.
Pertandingan Leicester vs Manchester City akan digelar di King Power Stadium dengan kick-off 21:00 WIB. Keduanya sebelumnya sudah bertemu di awal musim saat laga Community Shield.
Pada laga tersebut Leicester meraih trofi setelah menang 1-0 berkat penalti Kelechi Iheanacho menit 89. Kini keduanya bertemu diajang berbeda dan Man City bertekad melakukan pembalasan.
Dalam laga terakhirnya sebelum jeda internasional, Leicester menaklukkan tuan rumah Norwich City 2-1. Sementara itu, Manchester City sukses melibas Arsenal 5-0 di Etihad Stadium.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit dan menarik. Berikut fakta - fakta menarik menjelang duel Leicester vs Manchester City yang dihimpun dari Bbc Sport.
- Manchester City mencoba mengklaim kemenangan tandang liga ketiga berturut-turut melawan Leicester, suatu prestasi yang terakhir mereka capai dari bagian rentetan lima kemenangan beruntun antara tahun 1934 dan 1954.
- Tidak ada satu pun dari 11 pertemuan terakhir kedua tim di liga yang berakhir imbang, dimana The Foxes mengklaim empat kemenangan sedangkan Manchester City tujuh.
- The Foxes berpeluang memenangkan dua pertandingan kandang pembuka mereka di musim papan atas untuk pertama kalinya sejak 1966.
- Leicester telah memenangkan tiga dari lima pertandingan kandang terakhir mereka di Liga Inggris melawan juara bertahan, termasuk kemenangan 3-1 melawan Liverpool pada Februari.
- Jamie Vardy telah mencetak delapan gol dalam 10 pertandingan Liga Premier melawan Manchester City asuhan Pep Guardiola (termasuk dua hat-trick), lebih banyak gol papan atas daripada yang dicetak pemain lain melawan tim yang dikelola oleh pelatih asal Catalan.
- Manchester City terancam kalah di dua pertandingan tandang Premier League untuk pertama kalinya sejak 2006.
- Gabriel Jesus telah mencetak lima gol Liga Premier melawan Leicester - satu-satunya tim dimana dia memiliki rekor lebih baik adalah melawan Everton, dengan delapan gol.
Berita Terkait
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Seru! Fabrizio Romano vs Florian Plettenberg Saling Serang Gegara Yan Diomande
-
Elkan Baggott Resmi Gabung Millwall, Direktur Klub Ungkap Alasan Rekrut Bek Timnas Indonesia
-
Andoni Iraola Tebar Janji untuk Liverpool: Main Menyerangn dengan Intensitas Tinggi
-
5 Alasan Prancis vs Spanyol Berpotensi Banjir Gol di Semifinal Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional