Suara.com - Timnas Indonesia kembali menggelar pemusatan latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (30/9/2021) sore WIB, sebagai bagian persiapan jelang menghadapi Taiwan.
Indonesia dijadwalkan menghadapi Taiwan dalam playoff Kualifikasi Piala Asia 2023 di Buriram Thailand, pada 7 dan 11 Oktober mendatang.
Pelatih Shin Tae-yong yang memanggil 30 pemain dalam training camp (TC) ini, belum memberikan latihan berat untuk Evan Dimas dan kawan-kawan.
Shin Tae-yong memberi latihan selama kurang lebih dua jam dengan tempo yang ringan demi menyesuaikan kondisi sebagian besar pemain yang baru saja tampil di BRI LIga 1 2021/2022.
"Untuk pemain yang baru bermain di kompetisi BRI Liga 1 kemarin ikut latihan pemulihan, tetapi untuk pemain-pemain yang bermain tanggal 27 dan 28 itu ikut latihan normal tetapi tetap dalam porsi ringan," kata Shin Tae-yong dalam keterangan resmi.
"Hari ini (kemarin) kami hanya memberikan latihan ringan saja. Saya belum bisa mengetahui kemampuan para pemain secara langsung saat saya pimpin latihan terutama pemain yang baru bergabung."
Shin Tae-yong mengaku pemilihan pemain langsung dilakukan olehnya. Ia melihat langsung dari penampilan mereka di BRI Liga 1 2021/2022.
"Saya yang memilih pemain berdasarkan pantauan saya selama Liga 1 berlangsung dan kami percaya mereka ini yang terbaik menurut saya," sambungnya.
Shin Tae-yong menjelaskan TC di Jakarta ini mulai fokus disiapkan untuk menghadapi Taiwan. Skuad Garuda direncanakan bertolak ke Thailand pada 3 Oktober mendatang.
Baca Juga: 2 Pemain Persipura Dipanggil Timnas Indonesia, Jacksen F Tiago Berharap Ada Dispensasi
"TC di Jakarta ini saya akan fokus dalam mempersiapkan pertandingan nanti. Jadi materi latihan yang diberikan selanjutnya, mengenai kontrol kondisi dan fokus dalam organisasi permainan," jelas pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Untuk pemain yang berlaga di kompetisi luar negeri, mereka akan bergabung langsung ke Thailand pada 3 dan 4 Oktober mendatang. Mereka seperti Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Ryuji Utomo, Asnawi Mangkualam, dan Syahrian Abimanyu.
Tag
Berita Terkait
-
Jadwal Pekan Keenam Liga 1, PSIS Semarang akan Bertemu Persebaya Surabaya
-
Saddil Ramdani Batal Bela Timnas Indonesia vs Taiwan, Ini Sosok Penggantinya
-
Pelatih Bhayangkara FC Puas Atas Kemenangan dan Cleansheet
-
Angelo Alessio Turuti Bepe Soal Kebijakan Transfer Persija dan 4 Berita Bola Terkini
-
Sosok asal Eropa Segera Tiba untuk Benahi Fisik Para Pemain Persija
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Shin Tae-yong Pimpin Latihan Perdana Persija, Fokus Bangun Fondasi Tim
-
Sejarah Inggris vs Argentina, Ini Prediksi Pemenang Semifinal Piala Dunia 2026
-
Kontroversi Sponsor Piala Dunia 2026: LaLiga Layangkan Protes ke FIFA
-
Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Bikin Melongo! Kategori 2 Tembus Rp133 Juta
-
Pulang ke Oslo Sebagai Warga Biasa, Timnas Norwegia Disambut 100 Ribu Suporter
-
Spanyol Ukir Rekor Bersejarah usai Bekuk Prancis, Makin Dekat Kawinkan Gelar Euro dan Piala Dunia
-
Noni Madueke Tak Takut Lionel Messi Cs: Argentina yang Harus Khawatir Lawan Inggris
-
Mbappe dan Michael Olise Melempem, Deschamps Beberkan Penyebab Prancis Tumbang dari Spanyol
-
Ada Proses Panjang di Balik Kesuksesan Spanyol ke Final Piala Dunia 2026
-
Hujan Rudal AS Bunuh 3 Warga Sipil di Iran Selatan, Bukan Tentara