Suara.com - Portugal berhasil mengalahkan Luksemburg 5-0 dalam lanjutan Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa di Estadio Do Algarve pada Rabu (13/10/2021) dini hari WIB.
Cristiano Ronaldo menjadi protagonis di laga ini dengan torehan tiga golnya, sedangkan dua gol lainnya dicetak oleh Bruno Fernandes dan Joao Palhinha.
Tuan rumah langsung mendapatkan hadiah penalti kala laga baru berjalan delapan menit setelah Sebastien Thill menjatuhkan Bernardo Silva di kotak terlarang.
Ronaldo, yang maju sebagai eksekutor, mengarah bola ke tengah dan berhasil mengecoh kiper Luksemburg Anthony Moris. Skor 1-0 untuk Portugal.
Tak lama berselang, Portugal kembali mendapat hadiah penalti saat aksi Ronaldo dihentikan paksa oleh Moris.
Ronaldo bisa menaklukkan Moris, tetapi tendangan harus diulang karena Pepe masuk ke kotak penalti lebih dulu sebelum wasit meniup peluit.
CR7 kembali sukses memasukkan bola di tendangan kedua untuk membawa Portugal unggul 2-0 pada menit-13.
Pada menit ke-17, Portugal semakin menjauh. Berawal dari umpan terobosan Bernardo Silva, bola diterima Bruno Fernandes yang langsung melepaskan tendangan mendatar ke sudut kanan gawang hingga tidak bisa dihalau Moris. Skor menjadi 3-0.
Setelah gol tersebut, skor tetap bertahan 3-0 untuk Portugal hingga turun minum.
Baca Juga: Argentina vs Paraguay: Lionel Messi Cs Menang 3-0
Selepas jeda, Ronaldo hampir saja mencetak gol ketiganya di laga ini pada menit ke-49.
Nuno Mendes melepas umpan dari sisi kiri yang disambar oleh Ronaldo. Namun, tendangan pemain berusia 36 tahun itu masih melebar tipis dari gawang Luksemburg.
Pada menit ke-68, Moris membuat penyelamatan gemilang untuk menepis sepakan akrobatik dari Ronaldo.
Semenit kemudian, gawang Moris kembali kebobolan lewat sundulan Joao Palhinha yang memanfaatkan sepak pojok Bruno Fernandes. Portugal unggul 4-0.
Ronaldo akhirnya bisa menorehkan trigol pada menit ke-87. Ruben Neves melepas umpan panjang dari lini tengah.
Ronaldo yang bisa lolos dari jebakan offside sukses menyundul yang tidak bisa dihalau Moris. Portugal memimpin 5-0.
Berita Terkait
-
Jerman Jadi Tim Pertama yang Lolos ke Qatar, Kai Havertz: Mannschaft Takkan Terlena
-
Pulih dari Cedera, Rashford Tak Sabar Main Bareng Ronaldo
-
Cetak Brace ke Gawang Gibraltar, Memphis Depay Bikin Rekor Elit
-
Hasil Belanda vs Gibraltar: De Oranje Pesta Gol, Menang 6-0
-
5 Bek yang Mampu Bikin Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Tak Berkutik
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Anak Kris Dayanti Terpilih Jadi Paskibra, Netizen Malah Umbar Komentar Jahat Soal Ordal
-
Hanya Melempar Senyum, Wakil Rektor Unsoed Terpantau Jalani Pemeriksaan KPK di Mapolresta Banyumas
-
Karhutla di Pelalawan Capai 300 Hektare, Indragiri Hulu Lebih Luas
-
Tips Masak Nasi Pakai Rice Cooker agar Hasilnya Pulen, Segini Takaran Airnya!
-
Guru Besar UGM Sebut HUT RI Mewah Tapi Keropos: Kemerdekaan Versi Negara Cuma Pesta Pora
-
Dari Posko ke Posko, PNM Terus Bergerak Dampingi Warga Terdampak Gempa NTT
-
Kembang Goeyang Sarinah Resmi Dibuka, Jajanan Pasar Jadi Andalan
-
Alasan Logis Bernardo Tavares Ogah Buru-buru Rekrut Pemain Asing untuk Persebaya
-
Bantah Mahasiswi Unpad Enggan Kuliah Karena Dirinya, Ini Kata Dedi Mulyadi
-
Keberanian Gen Z Mendobrak Tradisi: Mewarisi Tak Harus Mengikuti