Bola / liga-inggris
Reky Kalumata
Seorang pendukung Newcastle United memegang tanda 'Terjual' di atas logo klub di St James 'Park, Newcastle upon Tyne, Inggris, pada (7/10/2021). [AFP]

Suara.com - Dijuluki klub sepak bola paling kaya, Newcastle tidak berniat untuk habiskan uang dalam jumlah besar pada bursa transfer Januari ini.

Newcastle United menjadi klub sepak bola paling kaya di dunia setelah diakuisisi oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi.

Para pendukung The Magpies mengharapkan adanya perombakan total di skuat dalam beberapa bulan mendatang untuk menjadi tim bersaing di papan atas Liga Inggris.

Namun hal itu tampaknya tidak akan terjadi di bulan Januari. Pasalnya, Newcastle tidak berniat untuk jor-joran menghabiskan uang dalam jumlah besar saat Januari ini saat bursa transfer pertama mereka di klub tersebut.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik Usai Tottenham Hotspur Tekuk Newcastle United

The Daily Telegraph melaporkan bahwa Newcastle hanya menyiapkan anggaran transfer sebesar 50 juta Poundsterling (sekitar Rp 970 miliar) untuk belanja di bursa pemain Januari ini.

Sementara The Magpies sebenarnya diizinkan untuk berbelanja pemain secara royal sebanyak 200 juta poundsterling di bawah aturan Financial Fair Play, namun mereka tidak akan berbelanja pemain dengan royal.

Sedangkan bek tengah Burnley James Tarkowski disebut-sebut sebagai pendatang baru yang potensial, dengan kontrak pemain berusia 28 tahun itu di Turf Moor berakhir pada akhir musim.

Pemain internasional Inggris itu sebelumnya dihargai jauh lebih tinggi, tetapi bisa tersedia dengan harga di bawah 20 juta pounds pada Januari karena Burnley ingin mendapatkan uang darinya daripada membiarkannya pergi secara gratis.

Alexandre Lacazette dari Arsenal dan Jesse Lingard dari Manchester United yang kontraknya habis akhir musim ini, keduanya bisa menjadi target The Magpies karena mereka ingin menambah kualitas yang telah terbukti ke dalam skuad mereka.

Baca Juga: Drama 5 Gol, Tottenham Hotspur Bungkam Tim Kaya Baru

“Kami adalah investor jangka panjang dan kami sabar. Kami pasti ingin bersaing di puncak klasemen dan kami pasti ingin bersaing memperebutkan trofi,” kata Direktur Jamie Reuben kepada kepada Sky Sports, Minggu (17/10/2021).

“Prioritas langsungnya adalah memastikan kami mendapatkan hasil yang kami butuhkan saat ini dan membangun infrastruktur untuk memastikan kami bersaing di level tinggi ke depan,” tambahnya.

Penulis: Aulia Ivanka Rahmana

Komentar