Suara.com - Cristiano Ronaldo pulang ke Old Trafford dengan harapan mengangkat kembali prestasi klub lamanya, Manchester United. Namun, yang terjadi di awal musim ini justru sebaliknya.
Ya, Cristiano Ronaldo memang tetap tajam sebagai penyerang The Red Devils, tetapi kontribusinya dalam bertahan membuat masalah besar bagi tim.
Hal itu diungkapkan mantan pelatih legendaris Arsenal, Arsene Wenger. Menurutnya, kehadiran Cristiano Ronaldo membuat skuad Manchester United tidak seimbang.
Cristiano Ronaldo yang punya karakter enggan membantu pertahanan menyisakan lubang tersendiri bagi Manchester United, dan hasilnya terbukti di awal musim ini.
Setelah rentetan hasil kurang meyakinkan, Manchester United sampai pada kesimpulan benar-benar hancur, saat kalah telak 0-5 dari rival beratnya, Liverpool, dalam lanjutan Liga Inggris 24 Oktober lalu.
“Saya tidak akan mengatakan itu adalah kesalahan, tetapi tentu saja beberapa dampak emosional ada di sana karena dia telah menjadi pemain yang fantastis,” kata Wenger dikutip dari Manchester Evening News.
“Tidak, saya percaya Ronaldo masih bisa mencetak gol yang Anda butuhkan. Bisakah dia mengulang setiap tiga pertandingan, pertandingan dengan intensitas sangat tinggi?"
“Ketika Anda membeli pemain seperti itu, rahasianya adalah keseimbangan tim. Untuk memainkan Ronaldo, dia bisa memenangkan pertandingan Anda, tetapi Anda perlu menciptakan keseimbangan di sekelilingnya," tambah Wenger.
Melansir The National News, data menunjukan Cristiano Ronaldo tidak bekerja keras untuk Manchester United khususnya dalam aspek pertahanan.
Baca Juga: Tottenham Hotspur Singkirkan Burnley, Nuno Espirito Santo Puas
Ronaldo cuma berada di peringkat ke-321 dalam daftar pemain yang rajin memberikan pressing kepada lawan.Sejauh ini, Ronaldo telah tampil dalam 483 menit, tetapi rataan tekel yang dia lakukan justru kalah dari pemain Southampton Stuart Armstrong yang bahkan baru bermain 47 menit.
WhoScored mencatat Cristiano Ronaldo bahkan tak sekalipun mencatatkan tekel sukses di Liga Inggris musim ini. Rataan intersep-nya pun begitu minim yakni 0,3.
Di usianya yang sudah menginjak 36 tahun, sejatinya wajar Cristiano Ronaldo ingin menghemat energi demi tetap produktif mencetak gol.
Namun, kondisi itu diklaim menimbulkan masalah besar yang menjadi alasan mengapa permainan menekan Manchester United musim ini begitu serampangan dan mudah dieleminasi lawan.
“Mereka harus bermain dengan cara yang tidak ingin dimainkan Ole. Jika Anda menekan, Anda hanya bisa menekan ketika setiap pemain ambil bagian dan dia [Cristiano Ronaldo] tidak akan melakukan itu," kata legenda Liverpool Greame Souness.
"Hal itu membuat Manchester United tidak bisa menjadi tim yang bisa melakukan pressing tinggi layaknya dua tim yang bisa dibilang paling fasih melakukan hal tersebut yakni Liverpool dan Manchester City."
Berita Terkait
-
Alexander Buttner, Eks Manchester United yang Kariernya Melempem Tapi Sukses Berbisnis
-
Hebat dan Dermawan, Pemain Liverpool Mohamed Salah Masuk dalam Kurikulum Sekolah di Mesir
-
Daftar Pelatih yang Pernah Dipermalukan, di Antaranya Sir Alex Ferguson
-
West Ham United Singkirkan Manchester City, Alphonse Areola Banjir Pujian
-
5 Pemain Manchester United Ini Mungkin Senang Solskjaer Dipecat
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026