Suara.com - Kepulangan Dani Alves untuk memperkuat klub lamanya, Barcelona, sebetulnya bukanlah fenomena baru di dunia sepak bola.
Sebab, sejarah mencatat adanya sejumlah pemain tua yang akhirnya kembali pulang untuk memperkuat klub lamanya.
Dani Alves memang menjadi salah satu contoh terbaru dari fenomena ini. Sebab, pemain asal Brasil itu sempat menjadi andalan Barcelona selama bertahun-tahun.
Ia tercatat bermain bersama Blaugrana sejak musim 2008 hingga 2016. Setelah itu, Dani Alves menjajaki petualangan baru bersama sejumlah klub.
Beberapa klub yang pernah disinggahi Alves ialah Sevilla, Juventus, Paris Saint-Germain, hingga yang terakhir Sao Paulo.
Setelah Xavi Hernandez mendapat kepercayaan untuk menjadi nakhoda Barcelona, Dani Alves menjadi pemain pertama yang direkrut oleh pelatih berusia 41 tahun itu.
Xavi dan Alves sebetulnya memiliki hubungan yang apik. Sebab, kolaborasi keduanya sempat menghasilkan sejumlah gelar juara untuk Barcelona.
Selain Dani Alves yang kembali memperkuat Barcelona, fenomena kepulangan pemain seperti ini sudah sering terjadi di dunia sepak bola.
Berikut Bolatimes.com menyajikan deretan pemain tua yang kembali memperkuat klub lamanya setelah bertualang bersama sejumlah klub.
Baca Juga: 5 Jersey Terburuk Sepanjang Masa, Kamerun hingga Barcelona
1. Thierry Henry
Nama Thierry Henry tentu tak bisa dilepaskan dengan Arsenal. Klub asal Ibu Kota Inggris itu pernah memiliki striker tajam yang mematikan.
Hubungan antara Thierry Henry dengan Arsenal sudah terjalin sejak tahun 1999. Saat itu, eks-penyerang timnas Prancis itu direkrut dari Juventus.
Selama memperkuat Arsenal, Henry sudah mempersembahkan dua trofi Liga Inggris dan tiga gelar juara Piala FA.
Pada tahun 2007, Henry memilih petualangan baru bersama Barcelona. Sejak saat itu, dia melanjutkan kariernya bersama klub asal Amerika Serikat, New York Red Bull.
Setelah bertahun-tahun melintasi sejumlah kompetisi, Henry akhirnya kembali ke pelukan Arsenal pada tahun 2012 dengan status pinjaman.
Berita Terkait
-
Niatnya Ramah, Barcelona Justru Dirujak Netizen Usai Beri Selamat ke Marcus Rashford
-
Victor Munoz, Rekrutan Baru Liverpool Jebolan Akademi Barcelona dan Real Madrid
-
Real Madrid Menangi Perburuan Bernardo Silva, Sepakati Kontrak Dua Tahun
-
Lupakan Rivalitas di Klub, Raphinha Sebut Vinicius Bisa Jadi Penentu Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Dikaitkan Gabung Barcelona, Agen Pastikan Alessandro Bastoni Bertahan di Inter Milan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Vinicius Jr Samai Rekor Ronaldo hingga Neymar usai Brasil Bantai Skotlandia di Piala Dunia 2026
-
Ismael Saibari Jadi Pemain Afrika Pertama yang Selalu Cetak Gol di Fase Grup Piala Dunia 2026
-
Lolos Meski Kalah dari Swiss, Kanada Berharap Alphonso Davies Pulih di Knockout Piala Dunia 2026
-
Nasib Skotlandia di Ujung Tanduk usai Dibungkam Brasil, Steve Clarke Pasrah
-
Tertangkap Aksi Tutup Mulut, Ini Alasan Jude Bellingham Tak Dikartu Merah
-
Timnas Brasil Pertahankan Rekor 44 Tahun di Piala Dunia Usai Kalahkan Skotlandia
-
Bola Tertua di Dunia Dipamerkan di Laga Skotlandia vs Brasil, Ini Alasan Sakralnya
-
Hasil Piala Dunia 2026: Vinicius Junior Menggila, Brasil Gilas Skotlandia
-
Hasil Piala Dunia 2026: Bosnia Jaga Asa ke 32 Besar dan Singkirkan Qatar
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030