Suara.com - Hassan Sunny sudah menjadi bagian penting dari skuad timnas Singapura. Di ajang Piala AFF 2020 ini, ia juga masih dipercaya untuk mengawal gawang The Lions.
Pada edisi kali ini, Hassan Sunny berpeluang besar untuk meraih gelar ketiganya bersama timnas Singapura di ajang Piala AFF 2020.
Sebab, sepanjang kariernya yang telah melintang sejak tahun 2003, Hassan Sunny sudah berhasil mempersembahkan dua gelar juara Piala AFF saat dulu masih bernama Piala Tiger.
Kini, di usianya yang sudah menginjak 37 tahun, pengalamannya di level internasional sangat penting bagi skuad The Lions untuk menjadi yang terbaik di ajang Piala AFF 2020.
Apalagi, pelatih kepala, Tatsuma Yoshida, selalu memberinya kepercayaan untuk menjadi penjaga gawang utama di skuad The Lions.
Profil Hassan Sunny
Hassan Sunny merupakan salah satu pemain jebolan National Football Academy atau Akademi Sepak Bola Singapura yang sukses menapaki kariernya hingga level timnas.
Pemain kelahiran 2 April 1984 itu merupakan lulusan pertama. Dia satu angkatan dengan pemain legendaris timnas Singapura seperti Baihakki Khaizan, Shahril Ishak, dan Khairul Amri.
Setelah dua tahun berlatih di NFA, Hassan Sunny kemudian sempat tercatat tampil bersama sejumlah klub profesional di Negeri Singa.
Baca Juga: Faris Ramli, Pemain Singapura yang Namanya Melejit Usai Bikin Repot Pertahanan Indonesia
Klub pertama yang diperkuat Hassan ialah Geylang United pada tahun 2003. Setelah itu, dia bergabung dengan Young Lions dan bermain di sana dari 2004 hingga 2005.
Hassan sempat kembali memperkuat Geylang United, dia kemudian bergabung ke Tampines Rovers pada 2008.
Pada tahun 2011, kiper berpostur 185 cm ini direkrut oleh salah satu klub tersukses di Liga Singapura, yakni Singapore Armed Forces FC (SAFFC).
Sejak saat itu, dia menjadi pilihan utama di sektor penjaga gawang. Hassan mencatatkan aksi ciamik pada Liga Singapura musim 2015 saat membawa timnya itu meraih gelar juara.
Bahkan, selain prestasi kolektif, dia juga dinobatkan sebagai Singapore League Player of The Year musim 2014.
Kiprahnya itulah yang mengantarkan Hassan berkarier di Thailand saat direkrut Army United FC pada 2015.
Berita Terkait
-
Temui PM Singapura, Pramono Jual Potensi Investasi di Jakarta
-
BBM di Indonesia Lebih Murah dari Singapura, tapi Apakah Lebih Terjangkau?
-
Gagal Angkat Trofi di Medan, Mathew Baker Haru Bela Timnas Indonesia di Tempat Leluhur
-
Jadi Rival Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Vietnam Tambah 3 Pemain Naturalisasi
-
Rayu Investor Global di Singapura, Pramono Anung: Jakarta Terbuka bagi Investasi Hijau
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Thomas Tuchel dan 'Misi Mustahil' Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Irak vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Kondisi Terkini Christian Pulisic, Lini Serang Amerika Serikat Berpikir Keras Jelang Lawan Australia
-
Piala Dunia 2026: Ramin Rezaeian Ungkap Arti Selebrasi Golnya Saat Iran Tahan Selandia Baru
-
Menanti Debut Erling Haaland dan Odegaard di Piala Dunia 2026, Norwegia Bidik Tiga Poin Lawan Irak
-
Arti Spesial Bela Timnas Indonesia Bagi Luke Vickery: Nenek Saya Lahir di Sana!
-
Kenapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ternyata Bukan Sekadar Tren
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan
-
Belanda Gagal Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Virgil van Dijk Kritik Aturan Baru FIFA