Suara.com - Empat tim terbaik telah memastikan tempat di semifinal Liga 2 2021 dan akan memperebutkan tiga tiket untuk promosi ke Liga 1 musim depan.
Kepastian empat tim akan beradu di babak semifinal dipastikan setelah Dewa United dan PSIM Yogyakarta menyusul RANS Cilegon FC dan Persis Solo yang sebelumnya telah lebih dulu mengantongi tiket semifinal Liga 2.
Dewa United dan PSIM lolos usai mengalahkan PSMS Medan dan Sulut United di laga terakhir grup Y, Kamis (23/12/21).
Dalam duel tersebut, Dewa United dan PSIM mampu meraih kemenangan tipis 1-0 atas lawan-lawannya. Kemenangan tersebut cukup membuat keduanya melangkah ke babak semifinal dengan status juara dan Runner Up grup Y.
Di babak semifinal, PSIM akan bertemu RANS Cilegon FC selaku juara grup X dan Dewa United akan berhadapan dengan Persis Solo selaku Runner Up grup X.
Rencananya, babak semifinal Liga 2 2021 ini akan digelar pada 27 Desember 2021 mendatang. Nantinya keempat tim akan berebut tiga tiket untuk promosi ke Liga 1 dengan format satu leg.
Tiga tiket promosi ini akan dibagikan untuk juara Liga 2 2021, Runner Up dan peringkat ketiga. Dengan kata lain, jika ingin merengkuh tiket promosi ke Liga 1, keempat tim harus mati-matian meraih kemenangan di babak semifinal ini.
Berikut profil semifinalis Liga 2 2021.
1. RANS Cilegon FC
Julukan: The Prestige Phoenix
Tahun Berdiri: 31 Maret 2021
Pelatih: Rahmad Darmawan
Markas: Stadion PTIK
Prestasi Tim: -
Baca Juga: Keputusan Kontroversial Wasit di Piala AFF 2020, Salah Satunya Rugikan Timnas Indonesia
2. Persis Solo
Julukan: Laskar Sambernyawa
Tahun Berdiri: 8 November 1923
Pelatih: Eko Purdjianto
Markas: Stadion Manahan
Prestasi Tim: 7 Kali Juara Perserikatan (1935, 1936, 1939, 1940, 1941, 1942, dan 1943)
3. Dewa United
Julukan: Tangsel Warrior, Delty Warrior, Deluxe Unicorn
Tahun Berdiri: 22 Februari 2021
Pelatih: Kas Hartadi
Markas: Indomilk Arena
Prestasi: -
4. PSIM Yogyakarta
Julukan: Laskar Mataram
Tahun Berdiri: 5 September 1929
Pelatih: Seto Nurdiantoro
Markas: Stadion Mandala Krida
Prestasi: 1 Kali Juara Perserikatan (1932), Juara Divisi 1 (2005)
[Penulis: Zulfikar Pamungkas]
Tag
Berita Terkait
-
Satu Musim Berkesan di Laskar Mataram, Donny Warmerdam Resmi Pamit dari PSIM Yogyakarta
-
Sosok Penting Persija Jakarta Cabut Gabung Persis Solo
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Eks Striker Persib Bandung dan Persis Solo Tampil di Piala Dunia 2026
-
Cerita Mantan Pelatih NAC Breda Nikmati Musim Perdana di Liga Indonesia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey