Bola / bola-dunia
Arief Apriadi
Kylian Mbappe berbincang dengan idolanya, Cristiano Ronaldo, saat Prancis berhadapan dengan Portugal di ajang UEFA Nations League di Stade de France, Minggu (11/10/2020). [AFP]

Suara.com - Penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe berharap agar timnas Italia bisa lolos ke Piala Dunia 2022. Hal itu membuatnya secara tak langsung mendoakan Portugal gagal lolos.

Timnas Italia dan timnas Portugal merupakan dua tim besar yang sama-sama gagal lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2022. Keduanya harus memperebutkan tiket lolos lewat babak play-off.

Masalahnya, baik timnas Italia dan Portugal dipastikan tak mungkin lolos bersama ke Piala Dunia 2022. Hal itu karena mereka masuk dalam bagan yang sama di babak play-off.

Timnas Italia dan Portugal masuk ke dalam Path C bersama Turki dan Makedonia Utara. Gli Azzurri akan menghadapi Makedonia Utara, sementara Portugal melawan Turki.

Baca Juga: Mbappe dan Lewandowski Tak Setuju Piala Dunia Digelar 2 Tahun Sekali, Ini Alasannya

Jika berhasil melwati hadangan masing-masing, timnas Portugal dan Italia akan saling membunuh di partai final perebutan satu tiket ke Piala Dunia 2022.

Kylian Mbappe turut menyoroti duel sengit di play-off Piala Dunia 2022 tersebut dan secara diplomatis enggan memilih tim mana yang berhak melaju ke Piala Dunia 2022.

Namun jika memasukan unsur emosional, Mbappe mengaku lebih berharap Italia yang lolos. Salah satu faktornya adalah Marco Verratti, gelandang Gli Azzurri yang menjadi rekannya di Paris Saint-Germain.

"Akan lebih baik untuk tidak memilih, tetapi saya membuat aspek sentimental menang dan saya memilih Italia," kata Mbappe kepada La Gazetta dello Sport dikutip dari Football-Italia, Kamis (30/12/2021).

"Pertama-tama, Italia tidak bermain di Piala Dunia 2018. Dan kemudian karena Marco Verratti hanya memainkannya sekali, pada tahun 2014."

Baca Juga: Kylian Mbappe dan Lewandowski Tolak Gagasan Piala Dunia Dua Tahunan

"Saat itu, dia masih sangat muda dan bukan pemain top seperti sekarang ini. Dia pantas bermain di Piala Dunia di puncak kariernya."

Komentar