Suara.com - Sejak ditangani Pep Guardiola, Manchester City jadi tim yang sulit dikalahkan dan kerap mencatatkan rekor baru di Liga Inggris.
Jelang duel Arsenal vs Man City di laga pekan ke-21 Liga Inggris, Pep Guardiola menekankan agar segala potensi rekor dikesampingkan sejenak.
Dia tidak ingin fokus para pemain Manchester City terbelah dengan kerap berpikir untuk terus mencatatkan rekor, salah satunya kemenangan terbanyak di Liga Inggris.
Pada musim 2017-18, pasukan Pep Guardiola berhasil meraih 18 kemenangan beruntun di Liga Inggris untuk merengkuh gelar juara perdananya bersama klub.
Sementara musim lalu, Manchester City sangat superior dengan mencatatkan 21 kemenangan beruntun di semua kompetisi untuk memecahkan rekor tim kasta teratas di Liga Inggris.
Namun, pelatih Catalan tidak ingin rekor-rekor tersebut terlalu menjadi fokus utama timnya. Hal itu dianggapnya tidak bijak dan justru bisa memecah konsentrasi.
“Saya tidak memikirkan soal itu. aya tidak memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan,” kata Pep Guardiola menjelang pertandingan City melawan Arsenal.
“Saya sedang memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tim-tim hebat memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya."
“Memikirkan hal terlalu jauh adalah suatu yang bodoh. Pikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, bersiaplah dan yang terpenting adalah keinginan dan komitmen," tambah Pep seperti dikutip dari laman resmi Manchester City.
Baca Juga: Diserang Perampok di Rumahnya, Bek Man City Joao Cancelo Luka di Atas Matanya
“Tim telah mengatakan ‘Saya ingin melakukannya. Saya ingin pergi ke sana dan mencoba memenangkan pertandingan’. Setiap orang telah memberikan kontribusi yang luar biasa dan itulah mengapa kami berada di sini," tambahnya.
Jelang laga menghadapi Arsenal, Manchester City tengah dalam laju 10 kemenangan beruntun di Liga Inggris. Penampilan impresif itu membuat mereka kini kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 50 poin, unggul delapan poin dari Chelsea selaku rival terdekat.
Berita Terkait
-
Jadwal Liga Inggris di Tahun Baru: Ada Laga Panas Penghuni Big Four
-
Prediksi Arsenal vs Manchester City di Liga Inggris, 1 Januari 2022
-
Tak Puas Boyong Ferran Torres, Barcelona Incar Bek Manchester City
-
Kesulitan di Chelsea, Lukaku Tuding Tuchel Tak Beri Dukungan
-
Rumah Bek Manchester City Dirampok, Joao Cancelo Terluka
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Hasil Piala Dunia 2026: Aksi Heroik Kiper Iran Alireza Beiranvand Bikin Belgia Gigit Jari
-
Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang
-
Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko
-
Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina
-
Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!
-
Joget Gemoy Ratu Belanda di Ruang Ganti Usai Curacao Tahan Imbang Ekuador Viral
-
Daftar Lengkap 10 Pencetak Gol Termuda Piala Dunia: Lamine Yamal Lewati Messi
-
Kurang dari 16 Jam untuk Persiapan! Iran Tercekik Aturan AS, Ghalenoei Protes Keras
-
Hasil Spanyol vs Arab Saudi: Matador Tanduk Elang Hijau, Lamine Yamal Sejajar Pele
-
Argentina Lawan Austria di Dallas, Kota Terkutuk buat Maradona