Bola / Bola Indonesia
Sabtu, 01 Januari 2022 | 17:50 WIB
Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. [dok. PSSI]

Suara.com - Butuh keajaiban agar Timnas Indonesia bisa meraih juara Piala AFF 2020. Hal ini juga disadari oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan lantaran prestasi tidak bisa dicapai dengan cara instan.

Seperti diketahui perjuangan Timnas Indonesia untuk mengangkat trofi Piala AFF 2020 sangatlah berat. Bagaimana tidak, tim besutan Shin Tae-yong kalah 0-4 dari Thailand di laga leg pertama pada 29 Desember lalu.

Hasil itu membuat skuad Garuda --julukan Timnas Indonesia-- wajib mengejar defisit empat gol atau lebih andai mau juara. Tentunya bakalan sulit mengingat Thailand bukanlah lawan sembarangan.

Lelaki yang akrab dipanggil Iwan Bule itu paham bahwa Shin Tae-yong membutuhkan waktu dan program berkelanjutan demi memajukan tim nasional. Baginya juru taktik asal Korea Selatan itu bukan pesulap di mana prestasi bisa didapat dengan instan.

"Shin Tae-yong bukan pesulap, betul. Dia pelatih. Jadi tidak mungkin secara instan melakukannya apalagi kompetisi sempat tidak berjalan," kata Iriawan saat ditemui di Stadion Pakansari beberapa waktu lalu.

Apa yang disampaikan Iwan Bule ini menanggapi ocehan netizen yang menyebut nasib Shin Tae-yong terancam karena gagal di Piala AFF. Padahal, ia menyebut tidak demikian karena kontrak sang pelatih masih panjang.

Pertandingan Timnas Indonesia kontra Thailand di final leg pertama Piala AFF 2020 di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (29/12/2021) malam WIB. (Dok. PSSI).

"Shin Tae-yong kontraknya empat tahun dengan opsi perpanjangan. Itu ada program yang berkesinambungan, yang tidak serta-merta secara instan Timnas Indonesia harus bagus," terangnya.

"Ekspektasi publik memang tinggi ke anak-anak (pemain Timnas). Teman-teman tahu bahwa BRI Liga 1 2021/2022 baru bergulir selama empat bulan."

"Tapi kan, negara-negara lain seperti Vietnam bisa. Vietnam itu tidak berhenti kompetisinya, paling berhenti sebentar. Thailand juga. Kami paling lambat menggelar kompetisi sama seperti Filipina kalau tidak salah," pungkasnya.

Baca Juga: Timnas Thailand Diisukan Pakai Doping Jelang Leg Kedua Final Piala AFF 2020, Apa Itu?

Load More