Suara.com - Persela Lamongan belum bisa bangkit dari tren negatif. Tim berjuluk 'Laskar Joko Tingkir' tersebut kembali menelan kekalahan di Liga 1 2021/22.
Menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-25, Senin (14/2/2022), Persela keok 0-1 lewat gol Youssef Ezzejjari. Berkat kemenangan ini, Persik berada di posisi 9 klasemen sementara Liga 1.
Di lain sisi, kekalahan ini membuat Persela makin terpuruk di zona degradasi. Persela untuk sementara menghuni posisi ke-18 dengan koleksi 19 poin.
Persela berjarak 3 poin dari Barito Putera yang berada di zona aman alias peringkat ke-15.
Kekalahan dari Persik sekaligus memperpanjang catatan buruk Persela di Liga 1 musim ini. Mereka tercatat belum pernah menang dalam 16 pertandingan beruntun.
Menariknya, Persik Kediri merupakan tim terakhir yang berhasil dikalahkan oleh Persela. Tepatnya pada 25 Oktober 2021 lalu, Persela meraih kemenangan 1-0 atas Persik.
Setelah kemenangan itu, Malik Risaldi dan kolega sama sekali belum kembali meraih kemenangan.
Persela sebetulnya mampu menjadi batu sandungan buat tim-tim papan atas. Pasalnya, mereka mampu menahan imbang Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, hingga PSM Makassar.
Namun demikian, mereka kerap kesulitan menghadapi tim-tim papan bawah atau tengah sehingga kini terpuruk di zona merah.
Baca Juga: Ogah Pusing Pikirkan Tren Positif Borneo FC, Pelatih Bhayangkara FC: Fokus Tim Sendiri
Tren terburuk Persela sejauh ini ketika menelan 4 kekalahan beruntun sepanjang November 2021. Awalnya mereka dikalahkan Persib 1-3, lalu ditekuk Bali United 1-2.
Alih-alih bangkit saat menghadapi Borneo FC, Persela kembali keok 0-2, disusul kekalahan telak dari Tira-Persikabo dengan skor 2-4.
Meski kini berada di posisi bawah, Jafri Sastra, pelatih Persela masih yakin bahwa timnya bakal bangkit dan meraih hasil positif di pertandingan selanjutnya.
Persela memang masih punya peluang karena ada 9 pertandingan tersisa di Liga 1 2021/22. Namun, lawan-lawan yang akan mereka hadapi tidak akan mudah.
Tiga laga terdekat Persela akan disuguhkan dengan lawan-lawan macam Barito Putera, Persib Bandung, dan Bali United,
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
-
Persik Kediri Resmi Lepas Syahrian Abimanyu, Gabung Tim Kasta Kedua
-
Bali United Lepas Yusuf Meilana, Kembalikan ke Persik Kediri
-
Suporter Rusuh Lagi! Sanksi Komdis PSSI Tak Efektif, Sampai Kapan Sepak Bola Indonesia Begini?
-
Gustavo Almeida Bongkar Rahasia Tampil Gila dari Bangku Cadangan saat Persija Hajar Persik
-
Peluang Juara Dihancurkan Persib, Persija Jakarta Bertekad Bangkit saat Hadapi Persik Kediri
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung