Suara.com - Pratama Arhan dikabarkan resmi bergabung Tokyo Verdy. Berikut deretan pemain Indonesia yang pernah berkarier di Liga Jepang.
Pratama Arhan resmi melanjutkan kariernya di Jepang bersama klub kasta kedua, Tokyo Verdy. Kabar tersebut diumumkan oleh PSIS Semarang, klub yang membesarkan namanya.
Dalam unggahan di media sosial Instagram, PSIS menyatakan resmi melepas bek kiri berusia 20 tahun itu ke Tokyo Verdy dengan status bebas transfer.
PSIS melalui CEO nya, Yoyok Sukawi, menyebutkan tak adanya biaya transfer untuk kepindahan Arhan merupakan komitmen dari Laskar Mahesa Jenar yang ingin pemainnya berkarier di luar negeri.
Kabar bergabungnya Pratama Arhan ke salah satu klub Jepang pun membuat banyak penikmat sepak bola Tanah Air bangga.
Pasalnya, liga Jepang dicap sebagai salah satu liga terbaik di Asia dan dihuni oleh beragam bintang sepak bola dunia, seperti Andres Iniesta di Vissel Kobe.
Selain itu, Pratama Arhan bergabung dengan klub yang terbilang kaya sejarah di Jepang. Sebagai informasi, Tokyo Verdy merupakan salah satu klub tertua di negeri Sakura.
Tokyo Verdy juga dicap sebagai raksasa Jepang karena berhasil meraih beragam prestasi di kancah domestik dan juga kancah Asia.
Hadirnya Pratama Arhan di Liga Jepang membuat daftar pemain Indonesia yang pernah berkarier di negeri Sakura kian bertambah.
Baca Juga: Gabung Tokyo Verdy, Mengapa Pratama Arhan Tak Dianggap Pemain Asing di Liga Jepang?
Kira-kira, siapa saja pemain Indonesia yang pernah mencicipi atmosfer Liga Jepang sebelum Pratama Arhan?
1. Ricky Yacobi
Ricky Yacobi merupakan pemain pertama Indonesia yang mencicipi Liga Jepang. Pria yang telah meninggal dunia pada 2020 lalu itu bermain di negeri Sakura kala bergabung Matsushita Electric FC atau yang kini dikenal sebagai Gamba Osaka pada 1988.
Ricky Yacobi dipinang oleh Matsushita Electric FC karena keberhasilannya membawa Arseto Solo menjuarai Galatama pada 1987.
Sayangnya, karier Ricky Yacobi terbilang singkat di Jepang. Hal itu tak lepas dari kesulitannya beradaptasi dengan iklim di negeri matahari terbit itu.
2. Irfan Bachdim
Berita Terkait
-
Gempa Kumamoto Jepang Tewaskan 38 Orang, Lumpuhkan Pasokan Air Ribuan Rumah
-
Durasi Capai 135 Menit, Film Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Franchise
-
Peringatan 81 Tahun Bom Hiroshima Menuntut Penghapusan Senjata Nuklir Dunia Sekarang
-
Pemerintah Pangkas Pajak Makanan Jadi 1 Persen, Beban Hidup Rakyat Jepang Berkurang
-
Cara Pesan Tiket Shinkansen untuk Liburan di Jepang, Kini Bisa Lebih Praktis dari Indonesia
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut
-
Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1
-
Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum
-
Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor
-
Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare
-
4 OOTD Vacation Chic ala Yeri Red Velvet, Nyaman dan Tetap Stylish!
-
Dipanggil KPK soal Kasus Bansos Beras, Rudy Tanoe Minta Pemeriksaan Diundur
-
Gaet 35 Ribu Fans, aespa Sukses Buka Tur Konser SYNK: COMPLaeXITY di Seoul