Bola / bola-indonesia
Syaiful Rachman | Adie Prasetyo Nugraha
Pesepak bola Bali United Brwa Nouri (kiri) berebut bola dengan pesepak bola PSIS Semarang Pratama Arhan (kanan) pada pertandingan Liga 1 di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Minggu (20/2/2022). Bali United berhasil kalahkan PSIS Semarang dengan skor 1-0. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/hp.

Suara.com - BRI Liga 1 2021/22 segera memasuki babak akhir. Bergulir di tengah pandemi COVID-19, kompetisi sepak bola kasta tertinggi itu tidak hanya sekedar membangkitkan gairah para pecinta sepak bola negeri ini, tapi juga meningkatkan prestasi tim nasional Indonesia.

Hal itu sejalan dengan target yang dicanangkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) selaku sponsor utama Liga 1 musim ini. Yaitu membantu menjalankan roda kompetisi dengan harapan bangkitnya gairah dan lahirnya prestasi sepak bola nasional.

Dirut BRI Sunarso di Gedung BRI. (Suara.com/Achmad Fauzi)

"Kembalinya kompetisi BRI Liga 1 akan mempermudah PSSI memilih pemain timnas nasional sehingga mengangkat prestasi sepak bola Indonesia," kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers virtual yang diikuti Suara.com pada 12 Agustus 2021.

Bergulir di tengah pandemi, BRI Liga 1 berjalan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat. Klub peserta memang sempat dihantui badai COVID-19, namun hingga saat ini kompetisi tetap berjalan.

Baca Juga: Petinggi Tokyo Verdy Minta Pratama Arhan Lakukan Ini Agar Sukses di Jepang

Masyarakat Indonesia boleh berbangga dengan kompetisi di tengah pandemi ini. Pasalnya, di tengah beragam keterbatasan, talenta-talenta muda mampu unjuk gigi di BRI Liga 1 yang berujung dengan meningkatnya prestasi tim nasional Indonesia.

Gemilangnya kiprah skuad Garuda --julukan Timnas Indonesia-- di ajang Piala AFF 2020 yang berlangsung di Singapura pada 5 Desember 2021-1 Januari 2022 menjadi contoh konret.

Di ajang tersebut Timnas Indonesia memang hanya finis sebagai runner-up, akan tetapi talenta-talenta muda yang dimiliki Timnas Indonesia, yang merumput di BRI Liga 1, menyedot perhatian publik internasional.

Sebagaimana diketahui, Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memboyong 30 pemain untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Mayoritas pemain yang dipanggil juru taktik asal Korea Selatan itu adalah hasil pengamatannya secara langsung ketika BRI Liga 1 bergulir.

Dalam pemanggilan tersebut, tercatat hanya ada lima pemain yang ketika itu berkompetisi di luar negeri. Mereka adalah Syahrian Abimanyu (Johor Darul Ta'zim-sekarang Persija Jakarta), Egy Maulana Vikri (FK senica), Witan Sulaeman (Lechia Gdansk), Asnawi Mangkualam (Ansan Greeners), dan Elkan Baggott (Ipswich Town).

Baca Juga: Misi Pratama Arhan di Tokyo Verdy: Cepat Adaptasi Demi Gapai Target Tinggi

Shin Tae-yong resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru timnas Indonesia di Stadion Pakansari, Sabtu (28/12/2019). [Suara.com/Adie Prasetyo]

"Kalau tidak ada kompetisi (BRI Liga 1) bagaimana saya bisa memantau pelaksanaan program yang sudah saya siapkan? Kompetisi merupakan jantung pembinaan," terang Shin Tae-yong pada Januari 2021.

"Kalau ada kompetisi saya bisa mencari pemain baru untuk skuad Timnas Indonesia U-19, U-23 dan senior," tambahnya.

Apa yang disampaikan Shin Tae-yong tersebut bukan isapan jempol belaka. Sejumah pemain yang berlaga di BRI Liga 1 mendapat sorotan menyusul performa mereka yang luar biasa bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2020.

Penggawa PSIS Semarang Pratama Arhan adalah salah satu pemain yang mendapat sorotan dari berbagai pihak. Di ajang tersebut, Arhan bahkan didaulat sebagai pemain muda terbaik Piala AFF 2020.

Meski baru mengawali karier sepak bola profesionalnya di BRI Liga 1, pemain bertahan berusia 20 tahun itu diakui memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama Indonesia di level internasional di masa yang akan datang.

Pesepak bola Timnas Indonesia Pratama Arhan (kanan) melakukan selebrasi dengan rekannya Witan Sulaeman usai menjebol gawang Timnas Malaysia dalam pertandingan grup B Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Minggu (19/12/2021). Indonesia menang dengan skor 4-1 dan lolos ke babak semi final Piala AFF. ANTARA FOTO/Humas PSSI/app/aww.

Potensi yang dimiliki Arhan pun terpantau klub kasta kedua Liga Jepang, Tokyo Verdy, yang pada Februari memutuskan untuk memboyongnya ke Negeri Sakura. Arhan diberi kontrak berdurasi dua tahun.

Selain Arhan, banyak pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 yang kini dikabarkan masuk radar klub-klub asing. Seperti rekan Arhan di PSIS Semarang Alfeandra Dewangga, penggawa Persipura Jayapura Ramai Rumakiek, hingga gelandang Persebaya Surabaya Ricky Kambuaya.

Hal itu membuktikan BRI Liga 1 bukan hanya sekedar kompetisi untuk memberikan hiburan dan menggerakkan ekonomi masyarakat, akan tetapi juga memberikan harapan besar kepada rakyat Indonesia yang rindu akan prestasi Timnas Indonesia di kancah internasional.

Posisi Timnas Indonesia di Ranking FIFA Meroket

Bicara prestasi, posisi Timnas Indonesia di ranking FIFA juga mengalami peningkatan yang signifikan. Hal itu, secara tidak langsung, tidak lepas dari sumbangsih gelaran BRI Liga 1.

Timnas Indonesia naik dari peringkat ke-164 ke posisi 160. Peningkatan peringkat yang diraih Tim Merah Putih terjadi setelah dua kemenangan pada laga FIFA Matchday kontra Timor Leste akhir Januari 2022.

Di laga kontra Timor Leste, Pelatih Shin Tae-yong hanya memanggil pemain-pemain yang berlaga di BRI Liga 1. Terlepas dari kendala pemanggilan pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri karena pandemi, Shin Tae-yong yakin dengan kualitas para pemain yang dipantau di BRI Liga 1.

Keyakinan pelatih asal Korea Selatan itu pun dibuktikan dengan kemenangan beruntun. Pratama Arhan dan kawan-kawan membantai Timor Leste dua kali dengan skor 4-1 dan 3-0.

"PSSI terus mendukung program dari pelatih Shin Tae-yong demi raihan prestasi timnas Indonesia," ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dikutip dari laman PSSI, 25 Desember 2021.

Pemain Timnas Indonesia Ronaldo Kwateh (kedua kiri) berebut bola dengan pemain Timnas Timor Leste Tomas Sarmento dalam pertandingan sepak bola Leg 2 FIFA Matchday di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Minggu (30/1/2022). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/foc.

BRI Liga 1 dan Bibit Masa Depan Sepak bola Indonesia

Tidak bisa dipungkiri jika kompetisi BRI Liga 1 telah menjadi wadah bagi talenta-talenta muda Indonesia untuk mengembangkan diri dan mengasah kemampuan. Seperti disebutkan di awal artikel, bergulirnya kompetisi yang profesional memberikan manfaat besar bagi Timnas Indonesia. Satu hal yang diinginkan dan diakui oleh Shin Tae-yong.

Wonderkid Persebaya Surabaya Marselino Ferdinan dan pemain Madura United Ronaldo Kwateh merupakan contoh dari bibit yang berkembang di BRI Liga 1.

Di usia yang masih sangat belia, keduanya sudah mendapat kepercayaan Shin Tae-yong untuk melakoni debut di Timnas Indonesia senior ketika melawan Timor Leste pada 27 Januari 2022.

Ketika dimainkan Shin Tae-yong dalam laga tersebut, Ronaldo berusia 17 tahun tiga bulan dan delapan hari. Fakta itu menjadikan Ronaldo sebagai debutan termuda sepanjang sejarah Timnas Indonesia.

Sementara untuk Marselino, pemain kelahiran Jakarta 9 September 2004 itu melakoni debut di Timnas Indonesia di usia 17 tahun empat bulan dan 18 hari.

Keduanya mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang Asnawi Mangkualam yaitu 17 tahun, lima bulan dan 17 hari.

Selain Ronaldo dan Marselino, tercatat sejumlah nama baru yang berseragam Timnas Indonesia di level senior. Seperti Sani Rizki Fauzi (Bhayangkara FC), Terens Puhiri (Borneo FC) dan Achmad Figo (Arema FC).

Kehadiran BRI Liga 1, tak bisa dipungkiri, memberikan warna tersendiri bagi sepak bola Indonesia yang sempat 'mati suri' selama 1,5 tahun akibat COVID-19. Sepak bola Indonesia kini mulai kembali menggeliat, tentunya dengan harapkan prestasi di masa depan.

"Untuk menciptakan kesinambungan dan meningkatkan prestasi sepak bola nasional, Indonesia harus memiliki kompetisi yang sehat, sehingga liga memang harus bergulir. Tidak hanya itu, kita harus punya visi, tim juara harus dibangun dan dipersiapkan dari jauh hari," pungkas Sunarso.

Komentar

terkini