Suara.com - Persaingan menjadi juara BRI Liga 1 2021/22 semakin sengit dan Bali United adalah salah satu kandidat kuat untuk merebut gelar tersebut.
Hingga memasuki pekan ke-27, Bali United untuk sementara menjadi pemimpin klasemen dengan 57 poin. Skuad arahan Teco tersebut memang tampil apik.
Dalam 10 pertandingan terakhir, klub berjuluk 'Serdadu Tridatu' ini tidak tersentuh kekalahan dengan rincian 9 kemenangan dan 1 kali imbang.
Kemenangan teranyar Bali United didapatkan saat melumat Persipura Jayapura dengan skor meyakinkan 4-1 pada Kamis (24/2/2022) lalu.
Dengan status sebagai pemuncak klasemen sementara, Bali United pun punya peluang untuk mengunci gelar di akhir musim.
Ada beberapa skenario yang bisa terjadi agar Bali United menjadi kampiun Liga 1 2021/22.
Menang di 6 Sisa Laga
Perjalanan Liga 1 2021/22 sendiri tidak lama lagi bakal rampung. Jika merujuk jadwal, akhir Maret harusnya kompetisi tertinggi di Tanah Air ini bakal rampung.
Nah, Bali United sendiri masih menyisakan 6 pertandingan. Untuk menjadi juara, Bali United harus bisa menyapu bersih semua laga dengan kemenangan.
Baca Juga: Persija vs Persib: Macan Kemayoran Full Team, Siap Terkam Maung Bandung
Jika ini berhasil dilakukan, Ilija Spasojevic dan kolega kemungkinan besar bakal mengunci gelar juara di pekan terakhir atau pekan ke-33.
Adapun, tantangan terdekat Bali United adalah menghadapi Persela Lamongan pada Selasa (1/3) pukul 16.00 WIB.
Bergantung pada Pesaing Lain
Skenario Bali United untuk menjadi kampiun Liga 1 musim ini juga dipengaruhi oleh hasil tim lain. Sambil terus fokus meraih kemenangan, mereka pun bisa berharap para pesaing terdekat seperti Arema. Persib, Bhayangkara, dan Persebaya tergelincir.
Sejauh ini Arema menjadi pesaing paling dekat dengan menempati posisi kedua dan punya jarak 2 poin saja. Meski begitu, Persib dan Bhayangkara juga punya potensi menyalip karena punya koleksi 54 poin dari Bali United.
Sementara Persebaya yang punya koleksi 51 poin, juga punya kans untuk menyalip tim-tim di atasnya jika mereka tergelincir.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
-
Kontrak di FC Emmen Segera Habis, Tim Geypens Jadi Incaran Bali United
-
Bek Real Madrid Dean Huijsen Berlatih di TC Bali United Bareng Pemain Keturunan Indonesia
-
Bali United Lepas Yusuf Meilana, Kembalikan ke Persik Kediri
-
Mengejutkan! Mirza Mustafic Tinggalkan Bali United, Ekspatriat Kedua yang Hengkang
-
Boris Kopitovic Resmi Tinggalkan Bali United Jelang Musim Super League Baru
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Deretan Rekor Tercipta usai Meksiko Lolos 'Sempurna' ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
-
3 Fakta Menarik Jelang Jepang vs Swedia, Berebut Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026