Suara.com - Belakangan ini aksi dukungan untuk Ukraina atas invasi yang dilakukan oleh Rusia banyak mengalir, tetapi tidak untuk Aykut Demir.
Dia justru menolak untuk memakai kaus yang membela Ukraina dan ogah ikut bersolidaritas. Bukan berarti dia mendukung Rusia, tetapi dia punya alasan lain.
Aykut mempertanyakan aksi-aksi kekerasan lain yang dilakukan di Timur Tengah, tetapi tidak ada aksi solidaritas yang nyata dilakukan oleh publik.
Kesan menutup mata atas kecaman yang terjadi di Timur Tengah ini yang bikin Aykut menolak ikut bersolidaritas. Dia merasa orang-orang baru 'berisik' ketika hal macam ini terjadi di Eropa.
Lantas, siapa sebetulnya Aykut Demir ini? Berikut ulasan profilnya.
Profil Aykut Demir
Pria dengan nama lengkap Muhammet Aykut Demir adalah sosok keturunan Belanda-Turki, dia lahir pada 22 Oktober 1988 di Bergen op Zoom, Belanda.
Dengan postur 182 cm, Aykut Demir biasa diposisikan sebagai bek tengah dan bisa juga bermain di bek kiri atau bek kanan.
Perjalanannya mengenal sepak bola sudah terjadi sejak 1995. Saat itu dia bergabung dengan akademi sepak bola bernama DOSKO.
Baca Juga: Badan Tenis Internasional Bersatu Kutuk Invasi Rusia ke Ukraina
Lalu pada 1998, Aykut Demir pindah ke NAC Breda. Setelah tujuh tahun di tim junior, dia akhirnya masuk ke tim utama pada musim 2005/06.
Dia tak banyak mendapat kesempatan di musim perdananya dengan hanya tampil 8 kali di Liga Belanda. Lalu pada musim 2007/08, dia dipinjamkan ke Excelsior Rotterdam.
Dia mendapat banyak kesempatan bermain selama dua musim di sana dengan mencatatkan 50 laga. Kemudian pada tahun 2009, dia memutuskan hijrah ke Turki.
Perjalanan kariernya di Turki dimulai dengan bergabung bersama Gençlerbirlii. Setelah 5 musim di sana dengan mencatatkan 127 pertandingan, dia pindah ke Trabzonspor pada 2013.
Sekitar empat musim bermain di sana, Aykut Demir bermain 91 kali buat Trabzonspor di semua kompetisi. Dia lalu pindah ke beberapa klub Turki lainnya.
Mulai dari Giresunspor, BB Erzurumspor, Boluspor, dan kini Aykut Demir kembali membela Erzurumspor.
Berita Terkait
-
Dihujani Drone Rusia di Siang Bolong, Situs Warisan Dunia UNESCO di Lviv Hancur
-
AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini
-
Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat
-
Here We Go! Rusia Disebut Bantu Iran Lacak Posisi Strategis Pasukan AS
-
Siap Perang Terbuka! Iran Akhirnya Akui China dan Rusia Bantu Lawan AS-Israel
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Tak Anggap Remeh, Bintang Bulgaria Puji Timnas Indonesia: Jelas Lebih Berkelas
-
Eredivisie Tegaskan Polemik Paspor Dean James dan Nathan Tjoe-A-On, Tolak Laga Ulang
-
Cetak Banyak Gol, Andrew Jung Tegaskan Target Juara Bersama Persib
-
Dion Markx Anggap Sembilan Laga Sisa Seperti Final
-
Miro Petric Sebut Kondisi Fisik Layvin Kurzawa Semakin Bagus
-
Bojan Hodak Dukung Frans Putros Bawa Irak Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Adu Kuat Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series 2026
-
3 Pemain Bulgaria yang Jadi Ancaman Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026
-
John Herdman Puji Kreativitas Ole Romeny Saat Timnas Indonesia Gilas Saint Kitts and Nevis
-
Calvin Verdonk Terpukau Atmosfer SUGBK Saat Timnas Indonesia Gulung Saint Kitts and Nevis