Bola / Liga Inggris
Kamis, 03 Maret 2022 | 21:10 WIB
Bos Chelsea, Roman Abramovich. (GLYN KIRK / AFP)

Suara.com - Bos Chelsea Roman Abramovich dikabarkan sudah menjual rumah mewahnya di London seiring tekanan pemerintah Inggris terhadap miliarder Rusia itu.

Seorang anggota parlemen Inggris mengklaim bahwa oligarki Rusia sekaligus pemilik klub Chelsea, Roman Abramovich tergesa-gesa menjual propertinya.

Langkah itu dilakukan Roman Abramovich yang diduga sebagai langkah antisipasi adanya kemungkinan sanksi keuangan dari Pemerintah Inggris menyusul operasi militer Rusia ke Ukraina.

Pemilik Chelsea FC Roman Abramovich [AFP]

Chris Bryant, anggota parlemen dari Partai Buruh dan Kepala Komite Standar Parlemen menilai pemerintah terlalu lamban dalam memberi sanksi kepada mereka yang terlibat keputusan Vladimir Putin menyusul operasi militer tersebut.

"Saya pikir dia (Abramovich) takut sanksi, itulah sebabnya dia sudah akan menjual rumahnya besok, dan menjual flat lain juga," ucap Bryant.

"Kecemasan saya adalah bahwa kita terlalu lama membicarakan hal-hal ini," sambungnya.

Pada hari Senin (28/2/2022) juru bicaranya mengatakan Abramovich diminta membantu perundingan setelah dihubungi oleh pihak Ukraina untuk dukungan dalam mencapai resolusi damai.

Hari berikutnya sejumlah wartawan tiba di luar rumah Abramovich di Kensington Palace Gardens di London barat.

Kabar beredar jika seorang pembeli potensial dijadwalkan untuk tur makan siang di properti itu, yang dibeli seharga 90 juta poundsterling pada tahun 2009 oleh Abramovich.

Baca Juga: Malangnya Nasib Wasit Sepak Bola Wanita Ukraina, Rumahnya Dijarah Tentara Rusia yang Kelaparan

Tidak ada tanda-tanda yang jelas bahwa tur semacam itu terjadi, sebuah taksi hitam berhenti di luar sekitar tengah hari dan pergi lagi lima menit kemudian tanpa ada yang keluar.

Ada banyak aktivitas di rumah itu, dengan seorang pekerja mengatakan dekorator mengecat ulang semua dinding di lantai bawah.

[Penulis: Eko Isdiyanto]

Load More