Suara.com - Mantan pemain Arsenal, Oleg Luzhny ceritakan kondisi mencekam Ukraina setelah bergabung dengan pasukan Territorial Defence Dorce atau tentara sukarelawan Menteri Pertahanan Ukraina.
Oleg Luzhnyi merupakan putra asli Ukraina kelahiran Lviv, meski usianya tak lagi muda ia mengaku tidak bisa tinggal diam melihat negaranya hancur karena Rusi
Alasan Oleg Luzhny bergabung pasukan sukarelawan juga tak lepas dari niat masyarakat Ukraina pada umumnya, menyatakan kesetiaan pada bangsa dan negara.
Mantan bek kanan andalan sekaligus mantan kapten Timnas Ukraina ini tak kuasa melihat masyarakat negaranya hidup tanpa gas, listrik serta makanan setelah separuh kota dihancurkan pasukan Rusia.
"Sama seperti masyarakat Ukraina lainnya yang menyatakan kesetiaannya kepada bangsa dan negara, saya pun melakukan hal serupa," ucap Luzhnyi dikutip dari Mirror.
"Saya kembali ke Ukraina demi membela Tanah Air kami. Alasan saya bergabung dengan Territorial Defence Force sejatinya cukup sederhana.''
"Saya melihat warga dibiarkan hidup tanpa gas, listrik, air, dan makanan. Selain itu, seluruh kota yang menjadi tempat tinggal kami turut dihancurkan hingga tak tersisa," imbuhnya.
ebih lanjut, Oleg tak segan menceritakan bagaimana kondisi negaranya dengan masyarakat yang setiap saat menangis karena serangan Rusia.
Sirene berbunyi sebanyak tiga sampai empat kali disertai ledakan, bahkan di malam hari pun masyarakat dibuat panik dengan itu.
"Situasinya begitu tegang. Sirene selalu berbunyi tiga atau empat kali dalam sehari, bahkan di malam hari," ujar Oleg.
"Orang-orang begitu panik ketika ada ledakan yang terjadi di sekitar tempat tinggal mereka. Wanita dan anak-anak berlarian ketakutan demi menghindari ledakan tersebut," imbuhnya.
Oleg Luzhny merupakan salah satu pemain Arsenal yang mengenyam kesuksesan medio 1999-2004, satu trofi Liga Inggris dan dua trofi Piala FA.
Ia merupakan pemain andalan Dynamo Kyiv sebelum memukau publik Highbury, meskipun tak secemerlang saat masih membela klub papan atas Ukraina itu.
(Eko Isdiyanto)
Berita Terkait
-
Manchester City Bantai Fulham 3-0, Tempel Ketat Arsenal di Klasemen
-
Jangan Kelamaan AC Milan, Christian Pulisic sedang Diintai Duo Raksasa Inggris
-
Viktor Gyokeres Mulai Panas di Arsenal, Benar-benar Tajam atau Ilusi Semata?
-
Ikuti Jejak Ayah! Putra Mikel Arteta Dipanggil ke Arsenal U-18, Bintang Baru Akademi The Gunners
-
Noel Gallagher Sebut Arsenal Juara Liga Inggris, Tapi Tak Layak Masuk....
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Gol Semata Wayang, Virgil van Dijk Jadi Pahlawan Kemenangan Liverpool atas Sunderland
-
Atta Halilintar Gelontorkan Bonus Rp111 Juta untuk Timnas Futsal Indonesia
-
Persib Bandung Dihajar Ratchaburi FC, Bojan Hodak Minta Maaf Kepada Bobotoh
-
Singkirkan Bologna, Lazio Melaju ke Semifinal Piala Italia 2025/2026
-
Bojan Hodak Ungkap Penyebab Kekalahan Telak Persib Bandung atas Ratchaburi FC, Singgung Cuaca
-
Persib Dihajar Ratchaburi, Bojan Hodak Bongkar Biang Kerok Kekalahan Timnya
-
Manchester City Bantai Fulham 3-0, Tempel Ketat Arsenal di Klasemen
-
Komentar Bojan Hodak usai Persib Bandung Dibantai 0-3 oleh Ratchaburi
-
Emil Audero Ungkap Alasan Lanjutkan Laga Saat Jadi Korban Petasan Lawan Inter Milan
-
Tanpa Berlusconi, AC Milan Kehilangan Jati Diri, Balik ke Liga Champions Jadi Kunci