Untuk itu saat ini Messi lebih mengorkestrai serangan PSG ketimbang penuntas.
Mengutip ESPN, dia menjadi pemberi assist teratas Ligue 1 musim ini dengan 10 assist yang nyaris sama dengan sewaktu dia bersama Barcelona pada musim 2017-2018 dan 2018-2019.
Statistiknya dalam merancang gol (1,15 per pertandingan) lebih tinggi ketimbang saat dia tiga musim terakhir bersama Barcelona. Dia juga membuat 2,6 umpan penting yang menciptakan gol per satu pertandingan.
Namun catatan itu juga menunjukkan Messi mungkin karena sebenarnya tercurah kepada sasaran lain, Piala Dunia 2022 di Qatar, terlebih dia sudah memenangi segalanya kecuali trofi agung sepak bola itu.
Dia mungkin hanya bersiap mengisi peran sama dalam timnas Argentina nanti di mana skuad lebih banyak diisi talenta muda yang cepat seperti Mbappe di PSG, tak semata akibat menurunnya kecepatan karena usia.
Seperti Ronaldo yang masih belum pasti mengikuti Piala Dunia karena Portugal harus menjalani laga hidup mati dalam playoff memperebutkan satu tiket ke Qatar, Piala Dunia Qatar menjadi kesempatan terakhir bagi kedua pemain.
Sekalipun begitu, mereka mungkin akan terus bermain, karena jika melihat Zlatan Ibrahimovic yang Berusia 40 tahun, dalam sepak bola usia bukanlah penghalang.
Implikasi kedua, adalah masa depan Mauricio Pochettino sebagai penguasa Parc des Princes. Kemungkinan besar dia ditendang akhir musim.
Jika ini terjadi, maka pintu kembali ke Liga Inggris lebar-lebar terbuka untuk dia, dengan destinasi utama, Old Trafford.
Pelatih asal Argentina itu konsisten dianggap orang yang paling pantas merevitalisasi Setan Merah yang gonta-gontai pelatih tapi tak kunjung menemukan formula tepat guna kembali menapaki era emas seperti dibuat Sir Alex Ferguson.
Dengan demikian hal itu akan berimplikasi kepada Zinedine Zidane dalam melatih PSG. Musim depan nanti, kecuali ada aral melintang, Zidane mungkin menjadi orang berikutnya yang menangani klub kota Paris itu.
Namun pesan terkuat dari kemenangan Madrid adalah bahwa Real bisa membunuh tim-tim terkuat sekalipun.
Sebelum melawan PSG, Real sudah menghentikan Inter Milan yang sedang sengit bertarung dengan AC Milan dan Napoli guna berada di aras tertinggi sepak bola Italia.
Performa bagus Madrid selama Liga Champions ini berbanding lurus dengan pencapaiannya dalam liga lokal, termasuk dua kali menaklukkan seteru abadi Barcelona yang tengah bangkit memburu tempat di mana mereka biasanya dan seharusnya berada di LaLiga.
Kejelian Carlo Ancelotti
Mengalahkan PSG dan Inter Milan adalah pesan kuat dari Madrid untuk semua calon lawannya, termasuk Bayern yang juga tengah memimpin klasemen, Manchester City dan Liverpool yang bertarung sengit guna mengakhiri musim ini di puncak klasemen.
Juga untuk Juventus yang sedang berusaha keras finis empat besar atau Ajax Amsterdam yang terus ditempel PSV Eindhoven dalam perebutan tempat pertama Liga Belanda.
Dalam konteks ini, dibandingkan dengan tim-tim itu, Real memiliki catatan lebih menarik, yakni hanya kalah dua kali dalam pertandingan liga selama musim ini, ketika Bayern sudah empat kali kalah, Manchester City dan Ajax tiga kali. Hanya Liverpool yang menyamai statistik Madrid ini.
Yang juga menarik di balik kemenangan Madrid itu adalah pesan "jangan pernah menganggap laga telah selesai hanya karena Anda unggul dan lebih dominan di lapangan, terutama kala menghadapi Real Madrid" yang memiliki pelatih sejeli Carlo Ancelotti.
Satu jam pertama pertandingan Madrid melawan PSG di Stadion Santiago Bernabeu itu sempat membuat banyak orang beranggapan mustahil Real mengatasi defisit gol lumayan besar.
Tertinggal 0-2 secara agregat, melawan tim yang amat mengerikan di depan gawang adalah sungguh bencana.
Namun seperti halnya pada banyak pertandingan yang pernah dipimpinnya, Ancelotti tahu pasti apa yang harus dilakukannya.
Dia menarik keluar Toni Kroos dan Marco Asensio pada menit ke-57 untuk diganti Eduardo Carmavinga yang energik dan Rodrygo.
Hasilnya, Madrid menjadi lebih menyengat di mana Vinicius Junior dan Karim Benzema menjadi lebih leluasa meneror lini belakang PSG.
Sementara lapangan tengah menjadi lebih solid, sampai-sampai bek tengah David Alaba turut menusuk pertahanan lawan, bukan dari bola mati, melainkan dari manuver bersama rekan-rekannya.
Perubahan itu menciptakan teroboson yang berpuncak kepada tiga gol Benzema. Ini petunjuk bahwa pelatih Italia itu bernaluri tajam dan jeli membaca permainan.
Untuk itu, Ancelotti adalah faktor besar lain untuk Madrid yang semakin maut, baik dalam liga maupun Liga Champions.
Ketika tren ini berkelanjutan, maka Madrid akan kembali menjadi dambaan pemain-pemain kelas dunia.
Ini baik sekali untuk Liga Spanyol. Ditambah menormalnya Barcelona, LaLiga bisa berubah semenggairahkan era sebelum pandemi membuatnya dibelit krisis. [Antara]
Berita Terkait
-
Habiskan Rp6 Triliun dalam 3 Tahun, Klub Milik Orang Indonesia Ini Santai Hadapi Ancaman Sanksi UEFA
-
PSG Sabet Juara Super Eropa, Luis Enrique Sentil Balik Si Tukang Kritik
-
Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
-
Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat
-
Cek Fakta: Benarkah PSG Ingin Rekrut Bek Timnas Indonesia Jay Idzes?
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai
-
HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
-
Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam
-
Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi
-
Di Balik Sepiring MBG: Mengurai Risiko Keracunan dari Dapur hingga Meja Makan Siswa
-
Sandy Walsh Tiba di TC Persib dengan Cedera, Begini Kondisi Terbarunya
-
Gempa Flores Rusak Sejumlah Perangkat TelkomGroup, Pemulihan Terkendala Listrik
-
6 Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda, Kondisi Kesehatan hingga Gaya Hidup
-
3 Rekomendasi Cushion Waterproof dan Tahan Keringat, Makeup Tetap Flawless
-
Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa