Suara.com - Bek sayap kanan Real Betis, Hector Bellerin, menyampaikan kritik lantangnya kepada FIFA, UEFA, dan berbagai stakeholder sepak bola di dunia yang hanya fokus menyoroti konflik Rusia-Ukraina saja.
Menurut Hector Bellerin, FIFA dan UEFA malah memilih bungkam dengan konflik lainnya seperti, misalnya, pendudukan Israel atas Palestina.
“Sangat sulit untuk melihat bahwa kami lebih tertarik pada perang ini (Rusia-Ukraina) daripada yang lain,” kata Hector Bellerin dikutip dari Marca.
“Saya tidak tahu apakah itu karena (orang Ukraina) lebih mirip kita atau karena konflik dapat mempengaruhi kita secara langsung, baik secara ekonomi maupun membludaknya pengungsi,” lanjutnya.
Menurut Bellerin, hal ini merupakan sikap rasisme karena FIFA dan UEFA seolah-olah tutup mata dan mengabaikan konflik-konflik lainnya yang terjadi di dunia.
Hal ini juga menjadi cerminan bahwa mereka kurang empati atas hilangnya sejumlah nyawa karena konflik tersebut.
“Perang Palestina telah sepenuhnya dibungkam, tidak ada yang membicarakannya. Yaman, Irak, sekarang Rusia, tidak bisa bermain di Piala Dunia adalah sesuatu yang telah dihadapi negara lain selama bertahun-tahun,” ujarnya.
Profil Hector Bellerin
Pemain dengan nama lengkap Hector Bellerin Moruno ini merupakan pesepak bola kelahiran Barcelona, Spanyol, pada 19 Maret 1995.
Baca Juga: Di Tengah Sanksi Internasional, Rusia Berminat Jadi Tuan Rumah Euro 2028
Karier sepak bola Bellerin bermula bersama akademi Barcelona pada tahun 2003 saat usianya baru menginjak kurang lebih delapan tahun.
Setelah delapan tahun menimba ilmu bersama Barcelona, dia sempat pindah ke akademi Arsenal pada tahun 2011 ketika usianya 15 tahun.
Setelah empat tahun, Bellerin mendapatkan kontrak jangka panjang dari Arsenal pada 21 November 2016. Dengan kontrak ini, dia terikat dengan Arsenal hingga tahun 2022.
Debutnya di ajang profesional tercipta ketika Arsenal bertandang ke markas West Brom pada September 2013 dalam ajang Piala Liga.
Meskipun demikian, Bellerin harus menjalani masa peminjaman terlebih dahulu setelah dipromosikan oleh Arsenal.
Klub pertama yang disinggahinya adalah Watford. Ketika itu, ia dipinjam dalam durasi dua bulan dan mencatatkan debut ketika menghadapi Yeovil Town.
Tag
Berita Terkait
-
Indonesia Kehilangan Sosok Wasit Legendaris Kosasih Kartadiredja
-
Mengenang Kosasih Kartadiredja, Wasit Legendaris Berlisensi FIFA yang Pernah Tolak Suap 10 Ribu USD
-
Kabar Duka! Wasit FIFA Pertama Indonesia, Kosasih Kartadiredja Meninggal Dunia
-
Sepak Bola Indonesia Berduka! Wasit FIFA Pertama Asal Sukabumi, Kosasih Kartadiredja Tutup Usia
-
Hector Bellerin Kritik FIFA hingga UEFA karena Fokus Konflik Rusia-Ukraina tapi Tutup Mata Soal Palestina
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Serius Go Global, Futsal Indonesia Bangun Koneksi di Spanyol
-
Arahan FIFA, AFC Resmi Hentikan Bidding Tuan Rumah Piala Asia yang Diikuti Indonesia
-
FIFA Pastikan ASEAN Cup akan Digelar pada September-Oktober 2026
-
Siapa Marco Giampaolo? Eks AC Milan yang Resmi Jadi Pelatih Emil Audero
-
FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global
-
Profesionalisme Tingkat Tinggi: Kisah Hugo Ekitike Rela Lebaran di Pesawat Demi Liverpool
-
Pascal Struijk Pamer Tato Garuda Usai Asisten Timnas Indonesia Berkunjung ke Leeds, Kode Gabung?
-
Satu Posisi Penting di Timnas Indonesia Era John Herdman Justru Masih Kosong
-
Rival Timnas Indonesia Pusing, Pelatih Bulgaria Kekurangan Pemain Jelang FIFA Series 2026
-
Orleans Masters 2026: Tumbang dari Unggulan, Ubed Akui Petik Pelajaran Berharga