Suara.com - Sepak bola Indonesia berduka setelah meninggalnya Kosasih Kartadiredja. Beliau adalah wasit legendaris yang pernah dimiliki Indonesia.
Kosasih meninggal dunia, Rabu (23/3/2022) malam. Lelaki asal Sukabumi ini merupakan wasit pertama dari Indonesia yang pernah memegang lisensi FIFA.
Kosasih yang berkarier sebagai wasit sepak bola pada dekade 1970-an mungkin tak banyak dikenal saat ini. Di masa mudanya, ia kerap memimpin sejumlah pertandingan domestik maupun internasional.
Uniknya, sebelum berkarier sebagai wasit, Kosasih adalah pemain sepakbola untuk tim Perssi Sukabumi Junior pada tahun 1955.
Berkat ketegasan dan integritasnya, Kosasih mendapatkan julukan sebagai wasit King Cobra. Ia berani mengeluarkan kartu merah untuk pemain sekelas Rusdi Balawan dari Persebaya dan Simson Rumapasal dari Persija.
Kosasih juga menolak segala bentuk suap.
Hal itu terungkap saat ia menjadi wasit dalam pertandingan SEA Games 1981 dan ditawari 10.000 dollar amerika untuk memenangkan Malaysia. Tawaran itu ia tolak mentah-mentah dan tercatat dalam pemberitaan The Straits Times.
Tidak lupa dengan jasa-jasa Kosasih, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengaku turut kehilangan. Ia berharap sosok seperti beliau bisa memberikan inspirasi bagi wasit-wasit Tanah Air saat ini.
"Sebagai Ketum PSSI saya ingin semua wasit meniru Bapak Kosasih. Integritas, kejujurannya, dan ketegasannya layak ditiru wasit Liga 1, 2, dan 3," kata Iriawan kepada Suara.com, Kamis (24/3/2022).
Baca Juga: Indonesia Kehilangan Sosok Wasit Legendaris Kosasih Kartadiredja
"Jika semua wasit memiliki integritas, kejujuran, dan ketegasan seperti Bapak Kosasih, saya yakin sepak bola akan enak ditonton. Tidak akan ada protes lagi dari ofisial, pemain, dan nitizen," lanjutnya.
Adapun belakangan memang kinerja wasit Tanah Air di Liga 1, 2, dan 3 masih sering menjadi sorotan karena dianggap berat sebelah. Namun, lelaki yang akrab disapa Iwan Bule itu yakin nantinya wasit-wasit Tanah Air bisa semakin baik.
"Saya yakin perlahan tapi pasti wasit-wasit kita akan berubah menjadi lebih baik," pungkas mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Buntut Duel Persija vs Persib di Samarinda, Rizky Ridho Hingga Beckham Putra Disanksi Komdis PSSI
-
16 Pemain Diaspora Dihubungi John Herdman, Siapa Bakal Bela Timnas Indonesia?
-
Dari Kejurnas ke Super League, Mengintip 10 Gelar Juara Persib Sepanjang Sejarah!
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji