Suara.com - Pelatih RB Leipzig Domenico Tedesco memastikan timnya siap turun dengan kekuatan penuh ketika berhadapan dengan Atalanta pada leg kedua perempat final Liga Europa di Stadion Gewiss, Bergamo, Kamis malam waktu setempat.
Dikutip Antara dari situs resmi klub, Kamis (14/3/2022), Tedesco mengatakan skuad RB Leipzig siap untuk diturunkan menghadapi Atalanta, kecuali Amadou Haidara, yang masih absen karena cedera MCL.
Tedesco menjelaskan RB Leipzig datang ke Bergami dengan penuh kehati-hatian karena pada leg pertama, mereka membiarkan Atalanta menciptakan cukup banyak peluang.
Ia lanjut mengatakan, saat ini RB Leipzig perlu menghentikan Atalanta dalam menciptakan banyak peluang namun ia sadar hal itu merupakan tugas yang sulit untuk dilakukan.
"Meskipun Atalanta sangat kuat dan sangat agresif, kami membuat banyak kesalahan sendiri dalam permainan build-up kami dan di sepertiga akhir," ujar Tedesco.
"Kami tidak diragukan lagi harus menjaga kesalahan kami seminimal mungkin besok, karena kesalahan dengan cepat dihukum di panggung Eropa," sambungnya.
Pelatih kelahiran Italia itu menjelaskan, Atalanta kerap bermain dengan sistem man marking yang ekstrim dan mengikuti lawan ke seluruh bagian lapangan.
Selain itu, Tedesco menjelaskan Atalanta merupakan tim top yang telah melakukan banyak hal dengan baik, meski begitu ia menginginkan RB Leipzig untuk bisa mengalahkan La Dea pada laga nanti.
"Saya menyaksikan pertandingan mereka melawan Sassuolo dan meskipun mereka kalah, saya melihat tim yang kuat, kompak, dan terlatih dengan baik. Itu memberitahu Anda semua yang perlu Anda ketahui," terang Tedesco.
Baca Juga: Eric Garcia: Barcelona Siap Ladeni Eintracht Frankfurt
"Kita tahu bahwa Gian Piero Gasperini memiliki tim yang hebat, tidak peduli siapa yang dia pilih. Oleh karena itu, tidak terlalu penting bagaimana mereka berbaris pada hari Kamis karena saya yakin Atalanta akan sulit dikalahkan," sambung dia.
Pada pertandingan ini, RB Leipzig dituntut untuk mengamankan kemenangan jika ingin lolos ke semifinal Liga Europa setelah pada leg pertama mereka hanya bermain imbang 1-1 menghadapi Atalanta.
Berita Terkait
-
Luciano Spalletti Merendah usai Juventus Permalukan Atalanta di Bergamo
-
Crystal Palace Menang Telak 3-0, Oliver Glasner Puji Performa Fantastis Timnya
-
Ollie Watkins Merasa Aston Villa Beruntung Menang 3-1 atas Bologna
-
Aston Villa Hajar Bologna 3-1, Unai Emery: Ini Hasil yang Fantastis
-
Hasil Perempat Final Liga Europa: Aston Villa Bantai Bologna, Porto Ditahan Nottingham
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Simon Grayson Bongkar Taktik Rumit John Herdman di Timnas Indonesia
-
Eks Manajer Sunderland Ungkap Alasan Mau Gabung Timnas Indonesia
-
Jadi Korban Paspoortgate, Nathan Tjoe-A-On Anggap NAC Breda Terlalu Membesarkan Masalah
-
Arteta Gerah Terus Dikritik, Minta Fans Arsenal Nikmati Proses
-
Ngeri! Wasit Ditembak saat Pimpin Pertandingan Tarkam, Pelaku Buron
-
Kerja Sama PSSI dan FFF, Timnas Putri Indonesia U-17 akan Ditempa di Prancis
-
Real Madrid Tersingkir, Jude Bellingham: Kartu Merah Camavinga Itu Lelucon!
-
Simon Grayson Ungkap Alasan Rela Jadi Asisten Pelatih John Herdman di Timnas Indonesia
-
Polemik Paspoortgate, NAC Breda Tak Terima dan Resmi Bawa Kasus Dean James ke Pengadilan
-
Derbi Jatim Arema FC vs Persebaya Surabaya Terancam Batal di Kanjuruhan