Bola / Bola Dunia
Senin, 01 Juni 2026 | 19:12 WIB
Pelatih Timnas Malaysia U-19, Nafuzi Zain. [Dok. IG/@malaysia_nt]
Baca 10 detik
  • Timnas Malaysia U-19 yang dilatih Nafuzi Zain akan bersaing di Grup B Piala AFF melawan Thailand, Singapura, dan Brunei.
  • Sebanyak 23 pemain, termasuk talenta JDT dan dua pemain diaspora, disiapkan untuk menantang Singapura pada laga perdana 2 Juni 2026.
  • Turnamen di Medan ini menjadi ajang simulasi strategis bagi Malaysia sebelum mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di Laos.

Suara.com - Timnas Malaysia U-19 bersiap mengarungi fase penyisihan grup dengan penuh rasa percaya diri.

Tergabung di Grup B, skuad berjuluk Harimau Malaya muda ini akan bersaing ketat dengan Thailand, Singapura, serta Brunei Darussalam demi memperebutkan tiket ke babak semifinal.

Laga perdana Malaysia dijadwalkal berlangsung pada Selasa (2/6/2026) malam dengan menantang kekuatan Singapura.

Arsitek taktik Timnas Malaysia U-19, Nafuzi Zain meyakini bahwa anak asuhnya telah berada dalam kondisi siap tempur untuk menghadapi ketatnya persaingan.

Pelatih berusia 48 tahun tersebut menekankan bahwa partisipasi di turnamen dengan tensi tinggi seperti ini sangat penting untuk mengasah potensi dan kematangan bertanding para pemain mudanya.

"Turnamen ini adalah jenis pertandingan yang dibutuhkan pemain kami untuk berkembang," ucap Nafuzi Zain dikutip dari The Star.

Luka Jordy Hodak, resmi mendapat panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas U-19 Malaysia. [X @HarimauAbroad]

"Kami menghormati setiap lawan dan akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk memberikan diri kami kesempatan terbaik," imbuhnya.

Untuk mengarungi ajang Piala AFF U-19 edisi kali ini, Nafuzi Zain memboyong komposisi 23 pemain terbaik.

Kekuatan utama skuad Malaysia didominasi oleh deretan talenta dari klub raksasa lokal, Johor Darul Ta'zim (JDT) yang menyumbang 15 pemain, termasuk penyerang belia berusia 17 tahun, Arayyan Hakeem Norizam.

Baca Juga: Head To Head Timnas Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19 2026, Garuda Muda Sering Membantai

Selain itu, terdapat enam pemain yang berasal dari Selangor, serta suntikan kekuatan dari dua pemain diaspora, yakni Luka Jordy Hodak yang bermain di NK Trnje dan Pravinash dari MISC-Touchtronics FC.

Di atas kertas, raksasa Thailand U-19 diproyeksikan akan menjadi rintangan terberat bagi armada muda Malaysia di fase grup.

Kendati demikian, Adam Hakimi Zaki dan kolega dinilai memiliki peluang yang sangat besar untuk bersaing ketat dengan Singapura demi menyegel posisi kedua klasemen dan melaju ke babak semifinal.

Lebih dari sekadar mengejar trofi juara, Malaysia juga memanfaatkan turnamen di Medan ini sebagai panggung simulasi yang berharga sebelum mereka terjun ke babak Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di Laos yang akan dihelat pada 31 Agustus hingga 6 September mendatang.

Malaysia sendiri memiliki catatan sejarah yang cukup mentereng di kompetisi kelompok umur Asia Tenggara ini.

Skuad Harimau Malaya muda tercatat sudah dua kali merengkuh takhta juara, masing-masing pada tahun 2018 di bawah asuhan Bojan Hodak saat bertanding di Surabaya, serta edisi 2022 di bawah komando Hassan Sazali Waras di Jakarta dan Bekasi.

Selain dua gelar juara tersebut, mereka juga mengoleksi predikat runner-up sebanyak enam kali, satu kali menempati peringkat ketiga, dan tiga kali finis di posisi keempat.

Pada edisi terakhir tahun 2024 lalu di Surabaya, Malaysia yang kala itu ditangani oleh Juan Torres Garrido harus puas mengakhiri turnamen di peringkat keempat setelah kalah adu penalti dari Australia.

Load More