Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali yakin kompetisi kasta tertinggi di Indonesia bersih. Hal itu ia ungkapkan menyusul dugaan sepak bola gajah di Liga 1 2021/2022.
Sebelumnya dikabarkan adanya gugatan untuk PSSI, Persib Bandung, Barito Putera dan David da Silva di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Gugatan terdaftar dengan nomor 211/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst. Hingga Senin (18/4/2022), status perkara tersebut berada dalam tahap penunjukan jurusita.
Berdasarkan keterangan dari laman resmi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, penggugatnya ada empat orang, yaitu Emilianus Tikuk, Yan Piet Sada, Yulianus Dwaa, serta Paul Finsen Mayor.
Gugatan berkaitan dengan Persipura Jayapura yang harus turun kasta ke Liga 2 musim depan. Mereka menganggap ada permainan dari hal tersebut.
Menanggapi ha itu, Amali yakin tidak ada bentuk kecurangan apapun di Liga 1. Pasalnya, ia memantau langsung jalannya pertandingan.
"Saya belum tahu. Saya belum dengar, tetapi saya yakin PSSI sekarang sudah sangat ketat. Ini yang Liga 1 ya? Apalagi yang Liga 1, kalau Liga 3 seperti yang kita dengar kemarin. Kalau Liga 1 saya yakin benar-benar fair ini dan saya juga nonton," kata Amali saat ditemui awak media, Senin (18/4/2022).
Amali menambahkan gugatan yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bisa dibilang salah alamat. Pasalnya, dunia olahraga punya badan penyelesaian sengketa sendiri.
"Kan di dalam UU Keolahragaan ada, kan ada badan arbitrase-nya, kecuali ada tindak pidana, itu baru bisa. Kalau cuma urusan olahraga ada di arbitrase-nya," jelasnya.
Baca Juga: Pelatih Barcelona U-18: Indonesia Berbeda, Kami Diterima Layaknya Tim Profesional
"Saya tahu persis apa yang dilakukan PSSI dan LIB. Saya hadir kok, kalau saya nggak nonton langsung di stadion juga biasanya saya nonton di tayangan streaming. Jadi Liga 1 itu bersih," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Respons Elkan Baggott Lihat Timnas Indonesia Kini Penuh Pemain Top
-
Debut di FIFA Series, John Herdman Langsung Bicara Target Piala Dunia 2030
-
Bela Beckham, Marc Klok: Tak Ada Manfaat Bullying Pemain Timnas
-
Kegilaan Duel Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis, Laga Rp100 Miliar kontra Rp11 Miliar
-
Juara FIFA Series 2026 akan Dapat Trofi? Simak Faktanya
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Respons Elkan Baggott Lihat Timnas Indonesia Kini Penuh Pemain Top
-
Debut di FIFA Series, John Herdman Langsung Bicara Target Piala Dunia 2030
-
Bela Beckham, Marc Klok: Tak Ada Manfaat Bullying Pemain Timnas
-
Kegilaan Duel Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis, Laga Rp100 Miliar kontra Rp11 Miliar
-
Juara FIFA Series 2026 akan Dapat Trofi? Simak Faktanya
-
Justin Hubner Alami Insiden Pesawat Mengerikan di Balik Keterlambatannya Gabung Timnas Indonesia
-
Misteri Terpecahkan! Ini Alasan Dean James Dicoret Timnas Indonesia di Tengah Polemik KNVB
-
Psywar Pelatih Bulgaria, Sebut Timnas Indonesia Hebat Sebelum Era Naturalisasi
-
Jelang Bentrok di FIFA Series 2026, Performa Timnas Indonesia dan St Kitts and Nevis Tak Jauh Beda
-
Tak Meremehkan, Ini Alasan Pelatih Bulgaria Andalkan Pemain Muda di FIFA Series 2026