Suara.com - Manajer West Ham David Moyes mengatakan timnya layak menerima kekalahan 1-2 dari Eintracht Frankfurt pada leg pertama semifinal Liga Europa di Stadion London, London, Jumat dini hari WIB.
Dikutip Antara dari Sky Sports, Jumat (29/4/2022), Moyes mengatakan West Ham bermain tidak terlalu bagus pada pertandingan ini sehingga mereka gagal mendapatkan hasil yang diinginkan.
"Bukan yang kami inginkan, kami tidak bermain dengan cukup baik untuk mendapatkan hasil malam ini tapi itu masih ada, tidak hilang. Kami akan pergi ke leg kedua mungkin tidak difavoritkan dan melakukan apa yang kami bisa lakukan," ujar Moyes.
Pada pertandingan tersebut, West Ham sempat tertinggal oleh gol cepat Frankfurt yang dicetak oleh Ansgar Knauff di menit pertama, selanjutnya The Hammers menyamakan kedudukan pada menit ke-21 melalui Michail Antonio sebelum akhirnya tim tamu kembali unggul berkat gol Daichi Kamada menit 54.
Moyes menilai, permainan anak asuhnya seharusnya berubah ketika mampu menyamakan kedudukan, namun pada akhirnya West Ham harus kembali kebobolan di babak kedua.
Pelatih asal Skotlandia itu menilai, West Ham tidak mampu menunjukkan ketajaman ketika berada di area pertahanan Frankfurt sehingga hal tersebut menjadi masalah tersendiri untuk mereka.
"Saya pikir kami melewatkan banyak sekali kesempatan untuk menciptakan peluang, kami seharusnya membuat lebih banyak, kami memiliki peluang untuk mengumpan bola dengan lebih baik dan tidak memanfaatkannya, kami melewatkan peluang besar di dalam kotak," terang Moyes.
"Kami membuat beberapa peluang dan memiliki satu atau dua upaya, kami harus membuat lebih banyak lagi minggu depan," sambungnya.
Pada leg kedua pekan depan, West Ham dituntut untuk bisa menang dengan selisih dua gol atas Frankfurt untuk memastikan satu tempat di partai final Liga Europa.
Baca Juga: Sabah FC Lepas Saddil Ramdani ke Timnas Indonesia U-23, Ketum PSSI: Terima Kasih
Berita Terkait
-
Selidiki Dugaan Pelanggaran Bos West Ham, Polisi Inggris Terima Laporan Tambahan
-
West Ham Degradasi, Jarrod Bowen Isyaratkan Bertahan di Tengah Godaan Klub Raksasa Inggris
-
West Ham Turun Kasta setelah 14 Tahun Bertahan di Liga Inggris, Nuno Espirito Santo Minta Maaf
-
Tottenham Dipastikan Selamat dari Degradasi, Bertahan di Premier League
-
Sebut Kemenangan Skuadnya Fantastis, Unai Emery Bawa Aston Villa Mengguncang Eropa
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey