Suara.com - Bek sentral Bali United, Haudi Abdillah mengaku sudah tak sabar untuk dapat kembali merasakan atmosfer pertandingan yang akan dipadati oleh penonton, baik saat kandang maupun tandang di kompetisi Liga 1 2022/2023 nanti.
Bagi bek berusia 29 tahun itu, kehadiran penonton itulah yang membuat setiap pertandingan akan menjadi seru dan menarik.
"Pasti terutama faktor penonton. Kandang dan tandang juga mempengaruhi perjalanan ke stadion tim lain juga. Atmosfer pertandingan pasti berbeda dan lebih seru juga sudah normal kembali," kata Haudi dikutip dari laman resmi Bali United, Selasa (12/7/2022).
Liga 1 2022/2023 juga menjanjikan keseruan tersendiri bagi para penonton setianya, sebab selepas dua musim akhirnya kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia akan kembali ke format normal, yakni kandang dan tandang.
Menurut rencana awal dari pihak operator dan PSSI, Liga 1 musim ini sudah tidak lagi diselenggarakan dengan sistem bubble alias terpusat di satu kota saja, namun setiap tim sudah bisa kembali melakukan laga kandang maupun tandang.
Kabar tersebut tentu membawa kebahagiaan tersendiri bagi seluruh insan persepakbolaan di Indonesia, sebab sudah lama para pemain dan pelatih merindukan atmosfer pertandingan secara kandang dan tandang.
Haudi pun menyambut baik dan antusias dengan rencana sistem kompetisi tersebut meskipun harus kembali beradaptasi dengan kondisi serta atmosfer pertandingan pasca dua tahun bermain dengan sistem gelembung, yakni terpusat di satu kota penyelenggara.
"Pasti kami mulai beradaptasi lagi ya. Karena sudah dua tahun tidak merasakan seperti itu dan kemarin itu sudah melakukan uji coba, itu berpengaruh juga untuk kami," katanya.
Sebagai pemain profesional, pemain kelahiran Denpasar itu mengaku tidak masalah menjalani kandang atau tandang
Baca Juga: Dijadwalkan Bergulir 23 Juli 2022, Izin Liga 1 Ternyata Belum Turun
"Walaupun tetap berpengaruh home pertama dan saat away kami menikmati sebuah pertandingan dan kompak, pasti bisa mendapat poin penuh," tukas eks pemain PSIS Semarang.
Berita Terkait
-
Bek Keturunan Tinggalkan FC Emmen, Disebut Gabung Klub Super League
-
Kontrak di FC Emmen Segera Habis, Tim Geypens Jadi Incaran Bali United
-
Bek Real Madrid Dean Huijsen Berlatih di TC Bali United Bareng Pemain Keturunan Indonesia
-
Ambisi Besar Macan Kemayoran: Datangkan Shin Tae-yong, Persija Siap Dominasi Liga 1!
-
Bali United Lepas Yusuf Meilana, Kembalikan ke Persik Kediri
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Radovan Pankov Beberkan Alasan Gabung Persija: Tantangan Baru demi Gelar Juara
-
Gabung Persija, Aqil Savik Akui Sempat Minta Restu Istri dan Keluarga di Bandung
-
Prediksi Superkomputer Opta: Inggris Bungkam Argentina dalam 90 Menit
-
Resmi Jadi WNI, Striker Didikan Amerika Mitchell Baker Tak Sabar Bela Timnas Indonesia
-
Prancis vs Spanyol: Lini Serang Tersubur Kontra Pertahanan Terbaik di Piala Dunia 2026
-
Isu Malvinas Bikin Semifinal Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina Beraroma Perang
-
Andoni Iraola Tebar Janji untuk Liverpool: Main Menyerangn dengan Intensitas Tinggi
-
Psywar Ala Didier Deschamps: Prancis Bukan Unggulan, Spanyol Kandidat Juara
-
Xabi Alonso Minta Chelsea Pertahankan Enzo Fernandez, Dipagari Harga Rp2,9 Triliun
-
Jelang Inggris vs Argentina: Cerita Tangan Tuhan Mario Kempes yang Untungkan Albiceleste