Rooney menilai dengan merekrut Casemiro maka ten Hag telah mengkhianati sendiri pendekatan pressing tinggi yang berusaha dia bumikan di Old Trafford.
Ini karena Casemiro memiliki catatan bergerak yang lamban sehingga tidak cocok dengan sistem sepak bola menekan ala ten Hag.
Namun apa daya karena de Jong sulit digaet, dan saat bersamaan United lama didera krisis gelandang bertahan yang salah satunya menjadi bulan-bulanan Brentford sepekan lalu, maka begitu Casemiro tersedia di pasar dan ada lampu hijau dari Madrid, Setan Merah langsung menyambar pemain Brazil itu.
Kebutuhan United untuk hadirnya gelandang bertahan yang efektif melindungi lini pertahanan dari agresi lawan sudah tak bisa ditawar lagi.
Inilah sektor yang tak saja membuat United kedodoran dalam dua pekan pertama musim ini, namun juga menjadi tim Liga Inggris kedua yang paling banyak kebobolan musim lalu.
Casemiro paling tidak telah memenuhi dahaga lama United untuk hadirnya gelandang bertahan yang andal. Dan tak ada yang meragukan keandalan Casemiro.
Ancelotti menyebut gelandang ini bagian dari apa yang disebutnya "Segi Tiga Bermuda", bersama Toni Kroos dan Luka Modric. Mereka adalah salah satu trio lapangan tengah terbaik dan tertangguh di dunia.
Merekalah yang menjinakkan tim-tim eksplosif dalam Liga Champions musim lalu, mulai Paris Saint Germain, Chelsea, Manchester City, sampai Liverpool.
Tanpa Casemiro, dan Luka Modric serta Toni Kroos, tak mungkin Madrid menangkal monster-monster sepak bola menekan yang dimiliki Jurgen Klopp di Liverpool.
Baca Juga: Jelang Lawan Manchester United, Jurgen Klopp Bahas Kemungkinan Liverpool Datangkan Gelandang Baru
Lamban Tapi Efektif
Ditarik kembali setelah dipinjamkan kepada Porto pada 2015, Casemiro sudah menjadi bagian integral dari sistem gelandang tengah Madrid yang efektif menangkal serangan lawan, sampai kini.
Namun pemain bermental pekerja keras, selalu ingin belajar dan rendah hati itu memiliki titik lemah yang bisa menjadi masalah bagi United. Dia sering terlambat balik membantu pertahanan ketika tim kehilangan bola atau musuh balik menyerang.
Rata-rata jangkauan larinya bahkan di bawah jumlah kilometer yang dicatat Scott McTominay. Tapi untuk ukuran akurasi, tekel dan sapuan, Casemiro jauh di atas gelandang tengah United itu.
Jika ten Hag bersikukuh dengan sepak bola tekanan tingginya seperti biasa dipraktikkan tim-tim seperti Manchester City, maka kecepatan Casemiro bisa menjadi kendala, terutama ketika menghadapi tim-tim seperti Arsenal dan Manchester City yang aktif mengalirkan umpan pendek dan jeli menemukan ruang kosong.
Hanya karena Madrid solid dalam semua lini, kelemahan Casemiro ini tak begitu tersingkap. Oleh karena itu, jika MU mengambil pendekatan seperti dilakukan Madrid selama ini, maka kelemahan Casemiro tak akan begitu tersingkap.
Bisa juga ten Hag sesekali mengambil pendekatan pragmatis yang memasang sistem berdasarkan jenis lawan yang akan dihadapi. Ini yang disarankan banyak orang kepada Ten Hag saat menghadapi Liverpool nanti.
Namun mungkin skeptisme terkait transfer Casemiro ini agak berlebihan, karena bisa saja kehadiran Casemiro memicu pemain-pemain MU lainnya lebih baik, khususnya Fred yang juga asal Brazil dan menjadi langganan kritik di Inggris.
Uniknya Casemiro dan Fred sejauh ini telah membangun kemitraan yang bagus selama bersama timnas Brazil.
Kedua gelandang ini sudah 20 kali dipasang bersamaan oleh pelatih Brazil Tite. 15 dari 20 pertandingan itu kedua pemain dipasang sebagai starter yang 13 di antaranya dimenangkan Brazil. Total, saat mereka diturunkan bersama Brazil hanya satu kali kalah, dan 18 kali menang.
Kemitraan Fred dan Casemiro juga membantu Brazil mencetak total 41 gol, kebobolan hanya lima gol, dan menciptakan 15 clean sheet.
United masih memburu Frenkie de Jong, tapi sepertinya yang paling dibutuhkan United saat ini adalah striker baru untuk mempertajam lini serang. Antony dari Ajax masih jadi target utama.
Tim serang yang aktif menusuk, ditambah gelandang yang menguasai lalu lintas bola, pastinya akan membuat lawan sibuk bermain di daerah sendiri. Dan ini mengurangi tekanan kepada pertahanan United, sekaligus bisa melancarkan sepak bola pressing tinggi seperti diinginkan ten Hag.
Sayang pendukung MU belum akan menyaksikan Casemiro beraksi, tetapi dia mungkin ada di tribun penonton di Old Trafford ketika United menantang Liverpool dini hari nanti.
[Antara]
Berita Terkait
-
Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
12 Laga Tanpa Kalah, Casemiro Ukir Rekor Gila di Piala Dunia 2026
-
Edwin van der Sar Sukses Gegerkan Jakarta, Sejumlah Agenda Diserbu Penggemar
-
Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Manchester United yang Ketiban Sial
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan