Reaksi gelandang Chelsea Mason Mount usai pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris saat skuatnya dikalahkan Southampton di Stadion St Mary di Southampton, Inggris selatan pada 30 Agustus 2022.
Glyn KIRK / AFP
Suara.com - Chelsea menelan kekalahan setelah takluk 1-2 di markas Southampton dalam lanjutan Liga Inggris, Rabu (31/8/2022) dini hari WIB. Berikut fakta - fakta menarik usai Chelsea tumbang di markas Southampton.
Pada pertandingan di St Mary Stadium, Chelsea lebih dulu memimpin lebih dulu lewat gol Raheem Sterling. Namun Southampton mampu bangkit dan membalas dua gol lewat Romeo Lavia dan Adam Armstrong.
Hasil tersebut membuat Southampton menyamai poin Chelsea dengan tujuh poin di klasemen Liga Inggris. Sementara Southampton di peringkat ketujuh, sedangkan Chelsea di posisi ke delapan.
Berikut fakta - fakta menarik usai Chelsea menelan kekalahan 1-2 di markas Southampton dalam lanjutan Liga Inggris dini hari tadi, seperti dihimpun dari Opta:
- Southampton meraih kemenangan kandang pertama mereka di Liga Inggris melawan Chelsea sejak Maret 2013 (juga 2-1), mengakhiri sembilan pertandingan tanpa kemenangan melawan The Blues.
- Chelsea menelan kekalahan pada pertandingan tandang Liga Premier berturut-turut untuk pertama kalinya di bawah Thomas Tuchel, dimana pelatih asal Jerman terakhir kalah dua kali berturut-turut dalam pertandingan tandang dalam pertandingan liga pada Agustus 2019, dengan PSG.
- Chelsea telah kalah setidaknya dua dari lima pertandingan pertama mereka di musim Liga Premier (Menang 2, Seri 1, Kalah 2) untuk kedua kalinya abad ini, setelah kalah tiga kali dari lima pertandingan pembukaan mereka di 2015-16 (W1 D1) - kampanye di mana mereka finis di peringkat 10.
- Sejak debutnya di Premier League pada Maret 2012, Raheem Sterling telah terlibat langsung dalam 169 gol (112 gol, 57 assist), hanya tiga pemain yang terlibat lebih banyak dalam waktu tersebut (Harry Kane - 230, Sergio Aguero - 209 dan Jamie Vardy - 175).
- Romeo Lavia (18 tahun 236 hari) adalah pemain termuda keempat yang mencetak gol Liga Premier untuk Southampton setelah Michael Obafemi (18 tahun 169 hari), Dexter Blackstock (18 tahun 177 hari) dan Sam Gallagher (18 tahun 181 hari).
Komentar
Berita Terkait
-
Liverpool Tumbang di Markas Brighton, Ini Dalih Arne Slot
-
Cedera Tak Kunjung Sembuh, Musim Ini Telah Berakhir Buat Matthijs de Ligt?
-
Hajar Chelsea di Stamford Bridge, Buktik PSG Lebih Berkualitas
-
Deretan Fakta Menarik Jelang Potensi Duel Timnas Indonesia Vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026
-
Hasil Liga Champions: Drama Epik Sporting CP hingga Pesta Gol PSG di London
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Babak Baru Skandal Dean James, Breda Seret Nama Maarten Paes
-
Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
-
Pimpin Klasemen, Umuh Muchtar Ingatkan Persib Bandung Jangan Jumawa
-
Hasil Liga Italia: Jay Idzes Tampil Penuh, Sassuolo Imbangi Juventus
-
Momentum Lebaran Bersama Keluarga, Dedi Kusnandar Lupakan Sejenak Sepak Bola
-
Liverpool Tumbang di Markas Brighton, Ini Dalih Arne Slot
-
Hasil Ligue 1: Hajar Nice 4-0, PSG Ambil Alih Puncak Klasemen
-
Jelang Final Piala Liga, Mikel Arteta Singgung Hubungan Pep Guardiola
-
Nafsu Besar Bos AC Milan, Ingin Mengembalikan Kejayaan Serie A seperti Era 90-an
-
Manchester United Ditahan Imbang Bournemouth, Bruno Fernandes Ngamuk-ngamuk Salahkan VAR