Suara.com - Gelandang Persib Bandung, Marc Klok girang mengetahui Sandy Walsh dan Jordi Amat sebentar lagi resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Marc Klok yakin hadirnya dua pemain keturunan ini bisa meningkatkan performa Timnas Indonesia.
Seperti diketahui, proses naturalisasi Sandy Walsh dan Jordi Amat telah melalui DPR. Komisi III dan X telah setuju dengan permintaan naturalisasi kedua pemain ini.
Kini proses tinggal menunggu Keputusan Presiden lalu menjalani sumpah sebagai WNI di Kemenkumham. Setelah itu, Sandy Walsh dan Jordi Amat resmi punya KTP Indonesia.
Proses naturalisasi ketiganya diharapkan bisa rampung jelang timnas Indonesia hadapi Curacao pada 24 dan 27 September 2022. Klok berharap Sandy Walsh dan Jordi Amat bisa memberikan yang terbaik buat timnas Indonesia.
“Saya senang untuk mereka bergabung dengan kami. Semoga mereka adaptasi dengan baik, kasih yang terbaik untuk negara ini,” kata Marc Klok kepada awak media, Kamis (1/9/2022).
Klok sadar betul proses yang dilalui Jordi Amat dan Sandy Walsh tidaklah mudah. Pasalnya, eks pemain Persija Jakarta itu pernah merasakan hal serupa.
Terlebih, Klok harus menunggu cukup lama bisa bermain di tim nasional meski sudah resmi menyandang status WNI. Pasalnya, secara federasi perpindahan Klok belum diakui FIFA.
"Mereka punya proses tidak mudah juga untuk naturalisasi, saya tahu semua, dan saya banyak bicara sama mereka," terang Klok.
"Saya senang akhirnya hampir selesai dan mereka bisa bergabung, kasih yang terbaik untuk timnas dan untuk negara ini," pungkasnya.
Baca Juga: Indonesia Banyak Naturalisasi Pemain Belanda, Begini Komentar KNVB
Berita Terkait
-
Usai Timnas Indonesia U-17 Tundukkan China, Kurniawan Akui Tahu Cara Kalahkan Qatar
-
Kurniawan Ingatkan Timnas Indonesia U-17 Jangan Terbuai Usai Berhasil Mengalahkan China
-
Jelang Drawing Piala Asia 2027, Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Potensi Bahaya dari Pot 4
-
Siapa Keanu Sanjaya? Pahlawan Timnas Indonesia U-17 yang Pernah Cicipi Latihan di Klub Spanyol
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diego Simeone Terima Atletico Tersingkir di Liga Champions: Nggak Ada Alasan
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?