Suara.com - Meski sudah diselingkuhi istri, Francesco Totti tidak mau berpisah dengan Ilary Blasi. Dia berharap hubungannya dengan Ilary Blasi bisa membaik.
Meski istri Francesco Totti selingkuh hingga janjian ke hotel dengan seseorang. Francesco Totti berharap tidak ke pengadilan untuk bercerai dengan Ilary Blasi.
"Saya khawatir dengan Ilary akan berakhir di pengadilan. Saya masih berharap kita bisa mencapai kesepakatan," kata Francesco Totti dikutip dari Daily Star.
Perselingkuhan Ilary Blasi dibongkar Francesco Totti sendiri dengan membuka percakapan di ponsel istrinya itu.
"Pada September tahun lalu, rumor mulai sampai ke saya: 'Lihat, Ilary punya orang lain'. Memang lebih dari satu," kenangnya.
Lalu Francesco Totti pun cek ponsel istrinya itu. Bahkan selama 20 tahun terakhir, dia tidak pernag cek ponsel istrinya. Bahkan tidak pernah menaruh curiga sedikit pun.
"Saya tidak pernah melakukannya dalam 20 tahun, dia juga tidak pernah melakukannya dengan saya. Tetapi ketika saya menerima peringatan dari orang yang berbeda, yang saya percaya, saya menjadi curiga.
"Saya melihat ponselnya. Dan saya melihat ada orang ketiga, yang bertindak sebagai perantara antara Ilary dan yang lain."
"Sesuatu seperti: sampai jumpa di hotel," kata Francesco Totti.
Baca Juga: 4 Tanda Dia Jodohmu, Salah Satunya Adalah Ketentraman
Profil Ilary Blasi
Ilary Blasi merupakan aktris kelahiran Roma, 28 April 1981. Sejak masih kecil, dia memang sudah disiapkan untuk menjadi selebritas layar kaca.
Pada usianya yang baru menginjak tiga tahun, Ilray Blasi sudah menjadi aktris iklan untuk sebuah televisi. Dia bahkan sudah debut di layar sinema ketika masih berusia lima tahun.
Ketika itu, Ilray Blasi ikut tampil di film “David&David” dan “Vizio di vivere” besutan sutradara Dino Risi. Namun, perjalanan kariernya sempat berubah pada medio 1990-an.
Saat itu, Ilray Blasi banting setir untuk bekerja sebagai model sebuah rumah publikasi. Dia juga sempat menjadi model bugil untuk beberapa sesi foto di Roma.
Mulai tahun 2001, dia memulai kariernya di televisi. Ilary Blasi sempat menjadi salah satu peserta dalam acara Passaparola.
Berita Terkait
-
Ancaman 'Micro-Cheating': Saat Perselingkuhan Berlindung di Balik Fitur Privasi Digital
-
Detik-detik Bupati Gowa Pergi Saat Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi dan Selingkuh
-
Selain KDRT, Evan Marvino Diduga Selingkuh sampai Bikin Istri Tertular Penyakit Kelamin
-
5 Zodiak Dikenal Paling Gampang Selingkuh, Ada yang Hobi Tebar Pesona
-
Viral! Pernikahan Batal H-3, Calon Suami Diduga Selingkuh dan Tinggal Bareng Cewek Lain di Jepang
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?