Suara.com - Tasuma Yoshida eks pelatih Singapura di Piala AFF 2020 kini mentereng di J2 League alias kasta kedua Liga Jepang. Seperti diketahui, Yoshida sempat dikalahkan Timnas Indonesia saat masih menukangi Singapura di Piala AFF 2020.
Yoshida baru jadi sorotan usai menorehkan tinta emas bersama klub J2 League, Ventforet Kofu, setelah sebelumnya mampu membawa Singapura lolos semifinal Piala AFF 2020.
Nah kali ini, Yoshida sukses memberi kejutan besar pada Piala Kaisar Jepang 2022. Ia membawa Ventforet Kofu melangkah ke partai puncak usai mengalahkan tim J1 League, Kashima Antlers, 1-0 pada laga semifinal melalui gol tunggal Junma Miyazaki.
Sebelumnya, tim yang dulu pernah diperkuat Irfan Bachdim tersebut menyingkirkan Universitas Internasional Pasifik di putaran kedua (5-1), menang 2-1 lawan Hokkaido Consadole Sapporo di putaran ketiga, mengalahkan Sagan Tosu 3-1 di 16 besar, dan menang 2-1 lawan Avispa Fukuoka di perempat final sebelum masuk ke semifinal.
Kegemilangan ini tak lepas dari tangan dingin pelatih Tatsuma Yoshida yang menangani Ventforet Kofu sejak awal musim ini. Yoshida menangani Kofu setelah mundur dari posisinya sebagai pelatih timnas Singapura pada akhir 2021.
Tepatmya, usai kalah di semifinal Piala AFF 2020 dari Indonesia dengan agregat gol 3-5. Ini akan jadi kali pertama Ventforet Kofu bermain di laga final Piala Kaisar Jepang.
Sebelum ini prestasi terbaik mereka adalah mencapai babak perempat final pada 2006, 2013, 2018, dan 2019. Tak cuma itu, ini juga jadi kali pertama Ventforet Kofu lolos ke final kompetisi besar. Mereka sebelumnya tak pernah melangkah melebihi perempat final J League YBC Levain Cup.
Lawan Ventforet Kofu di final adalah Sanfrecce Hiroshima yang menang 2-1 melalui babak tambahan melawan Kyoto Sanga di semifinal via gol penalti Douglas Vieira dan gol Nassim Ben Khalifa.
Sanfrecce Hiroshima menang lawan wakil Prefektur Miyazaki, Honda Lock, dengan skor 2-0 pada putaran kedua, menang 5-0 lawan Yokohama FC di putaran ketiga, mengalahkan Thespakusatsu Gunma 1-0 di babak 16 besar, dan menyingkirkan Cerezo Osaka (2-1) di perempat final sebelum masuk ke babak semifinal.
Baca Juga: Alberto Gonzalez: Selamat untuk Indonesia, UEA Cuma Kurang Beruntung
Ini merupakan kali keenam Sanfrecce Hiroshima masuk ke final, meski dalam lima kesempatan sebelumnya selalu kalah di partai puncak. Paling terakhir, Sanfrecce Hiroshima kalah 0-2 dari Yokohama F. Marinos pada 2013. Sebelumnya, mereka juga kalah di final pada musim 1995, 1996, 1999, dan 2007.
Laga final akan dihelat pada Minggu, 16 Oktober 2022, pukul 12. 00 WIB dan diselenggarakan di Nissan Stadium di Kota Yokohama, Prefektur Kanagawa. Pemenang Piala Kaisar Jepang musim ini akan mendapat tiket langsung ke babak grup Liga Champions Asia 2023-2024.
Artinya jika Ventforet Kofu juara, mereka akan menjadi satu-satunya tim dari kompetisi kasta kedua yang bermain di Liga Champions musim depan.
Tag
Berita Terkait
-
Alasan Timnas Indonesia Tak Ambil Jatah Latihan di Lapangan Selama Kualifikasi Piala Asia U-17
-
Bima Sakti Sebut Indonesia Waspadai Keunggulan Postur Timnas Palestina
-
Hajar UEA, Timnas Indonesia U-17 Kini Incar Kemenangan atas Palestina
-
Dihajar Timnas Indonesia 14-0 dan UEA 9-0, Malaysia Malu Ditahan Imbang Guam 1-1 hingga Pelatih Shock
-
Pelatih UEA Kritik Kualitas Rumput Stadion Pakansari, Sampai Bawa-bawa AFC
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi