- Kiper keturunan Indonesia, Tony Kouwen, sedang menjalani masa percobaan (trial) di klub sepak bola Atletico Madrid.
- Tony memiliki aspirasi bermain untuk Barcelona dan Feyenoord, meskipun kini sedang berada di Madrid.
- Ia menargetkan bermain untuk tim nasional Belanda dalam waktu delapan tahun mendatang, bukan Indonesia.
Suara.com - Tony Kouwen kiper keturunan Indonesia tengah mencuri perhatian karena saat ini sedang menjalani trial di Atletico Madrid.
Menjalani trial di Atletico Madrid bagi Tony menjadi bagian mewujdukan mimpi besarnya sebagai seoran pemain profesioanl.
Kiper berdarah Bali itu memang sempat mengaku ingin bermain di kompetisi Laliga. Menariknya, Tony sempat mengatakan bahwa klub yang ia impikan untuk dibela ialah rival Atletico Madrid, Barcelona.
Menurut Tony seperti dilansir dari Internetbode.nl, kelak suatu saat ia akan bermain untuk klub favoritnya sejak kecil Feyenoord lalu membela Barcelona.
Tony juga mengaku bahwa ia sebenarnya ingin membela tim nasional, namun bukan Timnas Indonesia. Ia mengaku ingin membela Belanda.
Dalam enam tahun, ia menargetkan tampil bersama Jong Oranje, dan delapan tahun lagi ingin berlaga di Euro 2032 bersama timnas senior Belanda.
“Terlalu ambisius? Tidak. Kalau kita melakukan segalanya dengan maksimal, tidak ada mimpi yang terlalu besar,” ungkapnya.
Tony Kouwen merupakan anak pertama dari pasangan Toon Kouwen dan Corrina Kouwen. Ayahnya berprofesi sebagai pengusaha di bidang besi tua, sementara sang ibu dikenal sebagai bintang reality show.
Darah Indonesia mengalir dari garis keluarga ibunya. Ayah dari Corrina diketahui lahir dan besar di Bali.
Baca Juga: Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
Perjalanan Tony menuju dunia sepak bola tidak dimulai sejak dini. Sebelum menekuni si kulit bundar, ia sempat serius menjalani olahraga kickboxing.
Namun, keinginannya bermain bersama teman-temannya membuat Tony bergabung dengan FC Welberg saat berusia sembilan tahun. Keputusan itu menjadi titik awal perjalanan kariernya sebagai pesepak bola.
Setahun berselang, bakatnya tercium oleh Arien Pietersma, mantan kiper NAC Breda dan Willem II. Ia kemudian direkrut untuk bergabung dengan RKSV Halsteren.
Di RKSV Halsteren, Tony tidak hanya berlatih reguler, tetapi juga mendapatkan tambahan latihan khusus penjaga gawang serta pengembangan teknik.
Di sinilah ia mulai merasakan atmosfer pertandingan melawan klub profesional seperti, FC Den Bosch dan FC Groningen.
Di Dordrecht, Tony memahami peran kiper modern yang tak sekadar menjaga gawang. Ia belajar menjadi pemain ke-11 yang ikut membangun serangan dari lini belakang.
Berita Terkait
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Asal-usul Darah Indonesia Tony Kouwen, Kiper Muda yang Trial di Atletico Madrid
-
Trial di Atletico Madrid, Ibu Kiper Keturunan Ini Langsung Kode Keras ke Timnas Indonesia
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Menang Dramatis, Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Justru Rasakan Perasaan Campur Aduk
-
Penyelamatan Krusial Emil Audero Jaga Asa Cremonese Lolos Degradasi Liga Italia
-
Gelar Manchester City Bukan Jaminan Juara, Pep Guardiola Tuntut Fokus Penuh Lawan Bournemouth
-
Kondisi Terkini PLTN Barakah UEA Usai Kebocoran Radiasi Nuklir Setelah Diterjang Bom Drone
-
Antoine Semenyo Yakin Ghana Bisa Kejutkan Tim-tim Besar di Piala Dunia 2026
-
Akhiri Spekulasi, Diego Simeone Pastikan Bertahan di Atletico Madrid Musim Depan
-
Jose Mourinho Akui Ada 'Sesuatu' dengan Real Madrid, Keputusan Dibuat Pekan Ini
-
Sandy Walsh Menggila Cetak Brace, Antar Buriram United ke Final Jelang Bela Timnas Indonesia
-
Gagal Total di Real Madrid, Apakah Xabi Alonso Sosok yang Tepat untuk Chelsea?
-
Wayne Rooney Cedera Pergelangan Tangan usai Tepis Tendangan Jordan Pickford