Bola / Bola Indonesia
Senin, 10 Oktober 2022 | 16:53 WIB
Ratusan orang berkumpul di Stadion Kanjuruhan Malang [Foto: ANTARA]

Suara.com - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) mengupdate kerja yang dilakukan. Mereka mengklaim mendapatkan alat bukti dan informasi penting.

Informasi dan alat bukti ini disebut bisa mengungkap kasus kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada 1 Oktober 2022.

Hingga kini korban meninggal tragedi Kanjuruhan tercatat 131 orang.

"Kepada TGIPF, teman-teman Aremania ramai-ramai menyampaikan kesaksian mereka secara bergantian dari berbagai tribun, juga tuntutan kepada penyelenggara kompetisi," ujar anggota TGIPF Akmal Marhali dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

TGIPF menemui beberapa korban dan saksi mata tragedi Kanjuruhan yang masih hidup.

"Saat bertemu dengan para saksi dan korban, berbagai alat bukti penting kami dapatkan. Ini nantinya akan memperkuat dan mempertajam analisis kami sehingga peristiwa Kanjuruhan ini dapat kami ungkap secara menyeluruh dan independen," ucap Akmal.

Saat menemui beberapa korban tragedi Kanjuruhan, Akmal mendengar kesaksian dan melihat luka pada korban, seperti mata korban mulai dari menghitam kemudian memerah dan ada korban yang masih merasakan dada sesak.

Akmal menilai perawatan para korban harus juga menjadi perhatian semua pihak.

Termasuk efek trauma dan psikologis para korban, baik yang mengalami luka berat, sedang maupun luka ringan.

Baca Juga: Apel Polres Kota Malang Berubah Jadi Sujud Mohon Ampun dan Minta Maaf kepada Aremania dalam Tragedi Kanjuruhan

Selama beberapa hari di Jawa Timur, selain bertemu korban dan sakti mata tragedi Kanjuruhan, TGIPF juga sudah bertemu dengan semua unsur pengamanan terkait, dari kepolisian, Brimob, panitia pelaksana di lapangan, unsur dari steward, security officer, dan TNI.

Selain itu, tim juga mendatangi Stadion Kanjuruhan untuk melihat kondisi tempat terjadinya kericuhan, khususnya beberapa pintu yang paling banyak menelan korban.

Berbagai rekaman CCTV, selongsong gas air mata yang ditemukan di lapangan juga sudah diterima oleh TGIPF untuk dijadikan sebagai barang bukti dan kemudian diolah oleh tim. (Antara)

Load More