Suara.com - Iker Casillas tengah menjadi perbincangan lantaran diduga bercanda soal mengaku gay. Mantan kiper Real Madrid itu mengunggah Tweet yang berisi pengakuan bahwa dirinya adalah seorang gay.
“Saya harap semua orang menghormati saya: Saya gay #happysunday," tulis pria yang dijuluki Saint Iker ini.
Namun sesaat kemudian, ia meminta maaf kepada komunitas LGBT. Melalui akun Twitternya, Iker Casillas ia menyebut jika akunnya baru saja diretas.
“Akun diretas. Untung semuanya telah beres. Mohon maaf kepada semua followers saya. Dan tentu saja, lebih banyak permintaan maaf kepada komunitas LGBT," jelasnya.
Berkaitan dengan hal tersebut tentu menarik jika membahas tentang sepak terjang Iker Casillas. Berikut ini penjelasan tentang sepak terjang Iker Casillas legenda sepak bola Spanyol yang bercanda ngaku gay.
Sepak Terjang Iker Casillas
Menyadur dari Planetsport.com, Iker Casillas merupakan pria kelahiran Mostoles, Spanyol pada 20 Mei 1981. Kini usianya mencapai 41 tahun. Iker Casillas terkenal dengan posisinya sebagai Goalkeeper.
Pria dengan nama lengkap Iker Casillas Fernandez ini ternyata pernah menjabat sebagai keeper di Real Madrid. Ia datang dari Akademi Real Madrid dan memulai karirnya pada 1990 dan debut di La Liga dengan hasil imbang 2-2 di San Mames pada 1999.
Pada 2000, Iker Casillas menjadi penjaga gawang paling muda. Ia memenangkan final Liga Champions UEFA saat Los Blancos berhasil mengalahkan Valencia 3-0 saat ia berusia 19 tahun.
Baca Juga: Kenapa Luis Milla Bilang Persib Bandung Dalam Masalah Besar?
Kemudian pada 2001, ia sempat kehilangan tempatnya saat penampilannya buruk. Iker Casillas kemudian menggantikan Cesar Sanches di final Liga Champions UEFA melawan Bayer Leverkusen.
Pada 2000 dan 2002 ia sempat memenangkan La Liga bersama Real Madrid. Iker Casillas juga debut lagi pada 2006 dan diikuti dengan kesuksesan liga lainnya pada 2007.
Pada 2008 bulan Februari, Iker Casillas dan rekannya Raul dianugerahi kontrak seumur hidup dengan Real Madrid. Saat itu usianya baru 27 tahun. Iker Casillas melampaui Paco Buyo di Real Madrid.
Kemudian pada 2009, Iker Casillas sempat diduga ada kaitan dengan Manchester City dan Manchester United. Namun ia tetap bersama Real Madrid. Selama pertandingan melawan Sevilla di bulan Oktober, ia mampu mengalahkan Diego Perotti dari jarak dekat satu lawan satu.
Casillas pun menjadi kapten pertama Real Madrid selama musim 2010 di bawah Jose Mourinho. Kemudian pada 2012, Mourinho mengganti Iker Casillas dengan Antonio Adan. Hubungan keduanya pun sempa kurang baik.
Selanjutnya PADA 2013, Carlo Ancelotti menggantikan mourinho. Ia pun mengajak Iker Casillas sebagai pilihan pertama di Liga Champions UEFA dan Copa del Rey.
Berita Terkait
-
Kenapa Luis Milla Bilang Persib Bandung Dalam Masalah Besar?
-
Mantan Kiper Real Madrid Iker Casillas Hebohkan Dumay Mengaku Gay ini Faktanya
-
Lengkap, Liga Champions Shaktar Donetsk Vs Real Madrid Live di Mana dan Kick Off Jam Berapa
-
Xavi Hernandez Tak Puas dengan Performa Robert Lewandowsi Cs Jelang Lawatan Inter Milan ke Camp Nou
-
Iker Casillas Klarifikasi Tentang Cuitannya yang Mengaku Jika Dirinya Gay: Akun Diretas
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Arsenal Bisa Kalahkan PSG di Final Liga Champions Asal Pakai Taktik Ini
-
Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?
-
Jose Mourinho Coret Spanyol, Jagokan Dua Negara Ini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Here We Go! Luis Suarez Comeback Bela Uruguay di Piala Dunia 2026?
-
Gianni Infantino Minta Lionel Messi Tidak Pensiun Usai Piala Dunia 2026
-
Bobby Moore: Legenda dan Kapten Ikonik Timnas Inggris di Piala Dunia
-
Prediksi Timnas Indonesia U-17 vs Qatar: Peluang Emas Patahkan Rekor Buruk 40 Tahun Terakhir