Suara.com - Pelatih timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, menjadi salah satu kandidat calon juru taktik Timnas Indonesia U-23 pada ajang SEA Games 2023.
Munculnya nama Bima Sakti ini tak lepas dari rencana Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, yang tengah mempertimbangkan untuk mengistirahatkan Shin Tae-yong dari tugasnya sebagai pelatih timnas Indonesia di SEA Games 2023.
Pasalnya, jadwal penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023 dengan SEA Games 2023 hanya terpaut beberapa hari saja. Tentu, hal ini tak memungkinkan bagi Shin Tae-yong untuk menghadapi keduanya secara maksimal.
Meskipun demikian, sebetulnya ada beberapa alasan yang mengindikasikan jika Bima Sakti bukanlah sosok pelatih yang tepat untuk menakhodai timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2023.
Berikut tiga alasan yang membuat Bima Sakti kurang cocok untuk menangani timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2023.
1. Kurang Pengalaman di Level yang Lebih Tinggi
Sejauh ini, pengalaman terbanyak Bima Sakti menangani tim nasional ialah di level usia U-16 tahun. Pekerjaan itu telah dimulainya sejak tahun 2020 bersama angkatan Marselino Ferdinan dan kawan-kawan.
Yang terbaru, Bima masih dipercaya untuk mengasuh timnas U-16 angkatan Iqbal Gwjangge dkk. Sehingga, sebagian besar karier kepelatihan Bima masih berkutat di kelompok usia u-23.
Sebetulnya, dia sempat menjadi salah satu staf pelatih timnas u-23 dan senior. Namun, saat itu statusnya ialah asisten pelatih Luis Milla. Minimnya pengalaman ini membuat Bima kurang layak untuk menakhodai skuad Garuda Muda di SEA Games 2023.
Baca Juga: Sikap Shin Tae-yong Bela Mochamad Iriawan Disebut Settingan, Begini Reaksi PSSI
2. Masih Minim Opsi untuk Skema dan Strategi
Penampilan timnas Indonesia U-16 di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 turut memperlihatkan minimnya opsi skema dan strategi yang dimiliki Bima Sakti sebagai sosok pelatih kepala.
Pada ajang itu, Bima Sakti selalu menggunakan pakem 4-4-2 ketika menyerang. Dari empat laga yang dihadapi, tak ada perubahan yang signifikan, termasuk nama-nama pemain yang diturunkan.
Hal ini memperlihatkan betapa minimnya eksperimen maupun alternatif yang dimiliki oleh Bima Sakti untuk menyusun strategi khusus menghadapi lawan-lawan tertentu.
3. Kurang Dekat dengan Shin Tae-yong
Alasan ketiga yang juga menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan ialah Bima Sakti kurang memiliki kedekatan dengan Shin Tae-yong.
Tag
Berita Terkait
-
Cetak 2 Gol Injury Time untuk VVV Venlo, Dean Zandbergen Kirim Sinyal Bela Timnas Indonesia
-
Siapa Emral Abus? Pelatih Timor Leste U-17 Asal Sumbar yang Jadi Lawan Timnas Indonesia U-17
-
Tegaskan Komitmen Sebagai WNI, Tim Geypens Bantah Keras Isu Ingin Jadi Warga Belanda Lagi
-
Eksel Runtukahu Jadi Opsi John Herdman di Piala AFF, Golnya Ungguli Striker Timnas Indonesia
-
Sandy Walsh Ukir Sejarah, Jadi Pemain Pertama Indonesia yang Juara Liga Thailand
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Mikel Arteta: Rasanya Seperti Pukulan Telak di Wajah
-
Luciano Spalletti Merendah usai Juventus Permalukan Atalanta di Bergamo
-
Bantai Australia 4-0, Vietnam Raih Tempat Ketiga Piala AFF Futsal 2026
-
Link Live Streaming Final Piala AFF Futsal 2026: Timnas Futsal Indonesia vs Thailand
-
Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi
-
Cetak 2 Gol Injury Time untuk VVV Venlo, Dean Zandbergen Kirim Sinyal Bela Timnas Indonesia
-
Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar
-
Dorong Sepakbola Putri, IndonesiaPrancis Gelar Coaching Clinic dan Workshop
-
Marc Klok Ingin Tuah GBLA Berlanjut Saat Persib Bandung Hadapi Bali United
-
Ricky Fajrin Akui Persib Bandung Tim Bagus dan Salah Satu Favorit Juara